ikut bergabung

MUI Sulsel Imbau Salat Jumat Ditiadakan

Berita

MUI Sulsel Imbau Salat Jumat Ditiadakan

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel mengeluarkan imbauan, Kamis (19/3/2020) yang meminta agar pelaksanaan salat Jumat untuk sementara ditiadakan.

Imbauan tersebut dikeluarkan pasca pemerintah mengumumkan ada dua kasus positif covid-19 ditemukan di Sulsel. Bahkan salah satu diantaranya sudah meninggal.

Surat imbauan yang ditandatangani langsung Ketua Umum AGH Sanusi Baco LC dan Sekretaris Umum Prof Dr HM Galib MA.

Dalam surat imbauan yang sudah diedarkan, termasuk oleh Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Pj Wali Kota Makassar itu, ada lima poin krusial yang menjadi perhatian MUI. Diantaranya:

1. Untuk pelaksanaan salat Jumat (20/3/2020) dan salat Jumat berikutnya agar ditiadakan pelaksanaannya karena daerah Sulawesi Selatan sudah masuk kategori daerah pandemi corona dan sudah ada masyarakat yang positif Covid-19.

2. Pelaksanaan salat Jumat diganti dengan salat zuhur di rumah masing-masing

3. Apabila kondisi penularan Covid-19 telah menurun, salat dapat dilakukan di masjid dengan tetap menjaga jarak dan salaman serta tetap membawa perlengkapan salat masing-masing

4. Informasi tentang Covid-19 hendaknya selalu merujuk kepada pihak yang memiliki otoritas seperti pemerintah sehingga masyarakat tidak terpapar berita-berita hoax

5. Bagi masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, memperbanyak, shalawat kepada Nabi dan istigfar, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala.

Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi langkah MUI Sulsel yang mengeluarkan imbauan tersebut.

Melalui whatsupp story-nya, Andi Sudirman menuliskan:

“Kami mengapresiasi langkah MUI Sulsel terkait imbauan untuk tidak melaksanakan salat Jumat berjamaah. Ini berlaku sampai kondisi memungkinkan sejalan dengan perkembangan penyebaran covid-19. Kami harap warga muslim khususnya untuk mengikuti imbauan ini demi kemaslahatan bersama”.

Dia pun menyertakan haditz yang menguatkan imbauan MUI tersebut:
“Udzur-udzur yang membolehkan meninggalkan salah berjamaah itulah uzur untuk meninggalkan salat Jumat. Maka tidak wajib salat Jumat bagi orang yang takut atas (keburukan menimpa) dirinya, atau menimpa hartanya, demikian juga orang yang kehujanan dalam perjalanannya (menuju masjid), demikian orang yang mengurusi orang sakit yang dikhawatirkan akan terlalaikan (jika ia meninggalkan untuk salat Jumat)”

–Al Bayaan Fi Madzhab Al Imam Syafii (2/545)

Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb langsung menginstrusikan kepada seluruh camat, lurah RT/RW untuk mengikuti imbauan MUI Sulsel.

“Untuk pelaksanaan salat Jumat pekan ini dan pekan depan, bisa diganti dengan salat dhuhur. Untuk mengurangi interaksi berkumpul dengan banyak orang (social distancing) dalam untuk mencegah kemungkinan penularan Covid-19 (corona),” kata Iqbal.

(Rahma Amri)

Komentar Anda

Channel
Comments

Berita lainnya Berita

Populer Minggu ini

To Top