GOWA, UJUNGJARI.COM — Senin, 4 Mei 2020, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai diberlakukan oleh Pemkab Gowa. PSBB ini akan berlangsung selama 14 hari ke depan atau berlangsung hingga 17 Mei mendatang.
Terkait PSBB ini, Pemerintah Kabupaten Gowa telah mempersiapkannya yakni mendistribusikan dana bansos bagi penerima BLT desa sebesar Rp 600 ribu per bulan untuk tiga bulan ke depan dan rampung Sabtu (2/5/2020) ini. Selain itu bantuan sosial dalam bentuk paket sembako untuk penerima BLT Kemensos yang masuk daftar DTKS juga sudah dibagikan dan saat ini menyusul paket sembako untuk warga terdampak covid-19 lainnya. Penyalurannya dimulai mulai Sabtu hari ini dan dipastikan rampung Minggu (3/5/2020) besok.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 50 ribu paket sembako mulai didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu dan terdampak virus corona atau covid-19.
Salah satu kecamatan yang sementara melakukan pendistribusian adalah Kecamatan Somba Opu. Camat Somba Opu, Agussalim menyebutkan sekitar 6.000 paket sembako saat ini sementara dibagikan ke masyarakat di 14 kelurahan.
” Kamis (30/5) sore sudah mulai penyaluran bantuan sembako ke masyarakat dan masih sementara berjalan ke semua kelurahan hingga tadi malam. Dari 6.000 paket sembako, yang sudah terbagi sekitar 3.000 sampai 4.000 paket,” kata Agussalim saat dihubungi, Jumat (1/5/2020) malam.
Ribuan paket sembako ini diserahkan kepada masyarakat Kecamatan Somba Opu yang terkategori miskin dan terkena dampak covid-19 di luar Data Terpadu Kementerian Sosial (DTKS).
Dijelaskannya lagi bahwa pendistribusian paket sembako di Ibukota Kabupaten Gowa ini melibatkan langsung anggota TNI Polri dibantu aparat kelurahan yang diantar langsung ke rumah masyarakat.
” Paket sembako ada yang diantarkan langsung ke rumah-rumah oleh RT yang diawasi langsung oleh tiga pilar yakni TNI Polri dan unsur pemerintah. Bagi yang mengambil di kantor kami tetap berlakukan pola jaga jarak,” jelas Camat Somba Opu.
Hal senada juga dikatakan Lurah Katangka Hikmatullah. Menurut Hikmatullah, pihak kelurahaan bersama dengan Babinsa dan Bhabinkamtimas menjemput paket sembako.
“Titik penjemputan paket sembako di kantor Polres dan Dandim Gowa, jadi kami mengambil paketnya disana kemudian bersama-sama Babinsa dan Bhanbinkamtimas melakukan pembagian yang dibantu oleh RT/RW setempat,” jelasnya.
Paket sembako ini terdiri dari 10 Kg beras, 1 rak telur, 1 Kg gula pasir, 1 ball mie instan, 2 liter minyak goreng, 4 kaleng ikan sarden dan 2 Kg terigu.
Agar betul-betul terdistribusi dengan baik dan menghindari adanya penerima yang dobel, maka setiap penyerahan akan disertakan tandatangan bukti terima dari penerima dan petugas.
” Saat menyerahkan paket sembako kami juga meminta penerima bertanda tangan di berita acara. Supaya menghindari pemberian sembako dobel dan sekaligus sebagai komitmen warga mau patuh dalam aturan PSBB,” tambah Agussalim.
Sementara untuk mengakomodir masyarakat yang belum terdata dan layak mendapatkan bantuan, saat ini kata Agussalim, Polsek dan Koramil Kecamatan Somba Opu juga sudah mulai membuka layanan pengaduan.
” Pak Kapolsek dan Pak Danramil juga sudah membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang luput dari pendataan atau yang belum terdaftar. Kalau memang ada, langsung dikomunikasikan ke lurah masih-masing untuk dicocokkan jangan sampai dia dobel,” tambahnya.
Agussalim juga menambahkan, sesuai arahan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, maka pembagian paket sembako di Wilayah Kecamatan Somba Opu akan rampung minggu besok atau sehari sebelum pelaksanaan PSBB.
Selain di Somba Opu, di sejumlah kecamatan lainnya juga telah melakukan pembagian bansos baik.dalam bentuk uang tunai untuk BLT desa maupun paket sembako bagi masyarakat terdampak covid-19.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. Kamis (30/4/2020) sebelumnya telah menegaskan bahwa pembagian bansos baik uang tunai maupun paket sembako harus rampung pada hari Minggu, sebelum pemberlakua PSBB Senin 4 Mei 2020 lusa.
” Kami harus pastikan semua bantuam sudah terdistribusi ke masing-masing penerima sebelum PSBB sehingga saat PSBB dijalankan warga betul-betul tidak lagi keluar rumah dengan alasan mencari kebutuhan pokok. Mari kita lawan corona ini dengan tidak keluar rumah. Jika kita patuh dan taat tinggal di rumah selama 14 hari ke depan maka Insyaa Allah kita akan bisa memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini sehingga kita semua bisa kembali ke kehidupan secara normal,” tandas Bupati Gowa.-

