MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Peringatan Nuzulul Qur’an atau malam turunnya Alquran diperingati pada 17 Ramadan.

Dalam keadaan pandemi covid-19 saat ini, peringatan Nuzulul Quran tingkat Provinsi Sulsel dilaksanakan melalui
aplikasi daring (Zoom), sesuai dengan protokol kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peringatan Nuzulul Quran pada Ramadan kali ini dilaksanakan di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel Sabtu, (9/5) malam. Diikuti sejumlah pejabat dan masyarakat dari seluruh wilayah kabupaten/kota di Sulsel.

Selain Gubernur HM Nurdin Abdullah dan Wagub Andi Sudirman Sulaiman, hadir pula Pangdam XIV Hasanuddin, Kapolda Sulsel, Sekprov, Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel, serta para pejabat di lingkup pemprov, pemerintah daerah dan Kemenag se Sulsel.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang saat itu berada di Kabupaten Luwu Timur dalam rangkaian kunjungan kerjanya menyampaikan harapannya semoga di malam Nuzulul Quran, malam yang penuh keberkahan, Allah SWT segera mengangkat virus korona, sehingga kehidupan bisa kembali normal.

Beliau juga mengatakan, banyak masalah baru yang muncul gegara wabah ini, dan pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin mengatasi dengan berbagai instrumen.

“Karenanya, mari saling menopang dan saling menyemangati, bukan justru saling melemahkan, agar masalah ini, bisa segera selesai,” pinta Nurdin.

Gubernur Sulsel berharap dengan kerja keras semua pihak, di bulan Mei ini, Sulsel bisa kembali ke titik normal kembali.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia Sulsel AGH KH. Sanusi Baco dalam tausiyahnya mengatakan, Allah SWT menurunkan dua jenis hidayah yaitu hidayah dilalah, yakni petunjuk yang diberikan kepada seluruh hambanya tentang ajaran agama, mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Yang kedua adalah Hidayah Maunah (taufiq), yakni petunjuk yang diberikan kepada seluruh hambanya tentang ajaran agamanya, dan diberikan petunjuk untuk melaksanakan petunjuk yang telah diberikan oleh Allah dalam hidayah dilalahnya.

Menurut Ulama Kharismatik Sulsel ini, Allah SWT berharap semoga Nuzulul Quran kali ini bisa menjadikan semua semakin giat mempelajari Alquran dan memahami isi kandungannya.

“Tidak sebatas teksnya saja tapi juga konteksnya, tidak sebatas kulit luarnya, tapi substansi yang ada di dalam setiap kandungannya,” harap AGH Sanusi Baco menutup tausiyahnya. (Rahma Amri)