ikut bergabung

Ini Tausiyah MUI Sulsel Tentang Pelaksanaan Salat Idul Fitri, Ketua MUI Gowa: Salat Ied di Rumah Saja

KH Abubakar Paka

Sulsel

Ini Tausiyah MUI Sulsel Tentang Pelaksanaan Salat Idul Fitri, Ketua MUI Gowa: Salat Ied di Rumah Saja

GOWA, UJUNGJARI.COM — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gowa KH Abubakar Paka mengimbau kaum muslim di seluruh pelosok Kabupaten Gowa untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah saja.

Imbauannya ini sebagai perpanjangan imbauan MUI Sulsel yang telah dikeluarkan melalui Tausiyah MUI Sulsel Nomor 29/DP.P.XX1/V/2020 tentang pelaksanaan Salat Idul Fitri dalam kondisi Pandemi Covid-19.

Dalam Tausiyah MUI Sulsel tersebut, KH Abubakar Paka menjelaskan bahwa imbauan ini dikeluarkan berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor: SE.6 Tahun 2020 tentang panduan ibadah Ramadan dan Idul Fifri I Syawal 1441 H di tengah pandemi wabah covid-19 tanggal 9 April 2020, Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Nomor: 28 Tahun 2020 tentang panduan kaifiat takbir dan salat Idul Fitri pada saat pandemi covid-19 tanggal 20 Ramadan 1441 H/13 Mei 2020 M, hasil video conference Forkopimda Sulawesi Selatan tanggal 19 Mei 2020, imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan dalam menyikapi merebaknya kasus covid-19 Nomor: 26/DP.P.XX1/1V/2020 tanggal 23 Sya’ban 1441 H/17 April 2020 M dan Rapat Pengurus Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi Fatwa MUI Provinsi Sulawesi Selatan dan Ketua-Ketua MUI Kabupaten/Kota se Sulawesi Selatan dalam menghadapi Idul Fitri 1441 H tanggal 23 Ramadan 1441 H/15 Mei 2020 M.

Berdasar dari ketentuan MUI Sulsel yang ditandatangani Ketua  Umum MUI Sulsel AG Dr KH M Sanusi Baco, LC dan Sekum MUI Sulsel Prof Dr HM Galib M, MA tersebut, kata KH Abubakar, maka Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan memberikan Taushiyah tentang pelaksanaan Salat Idul Fitri 1441 H  dalam kondisi pandemi covid-19, sebagaimana panduan pelaksanaan ibadah Salat Idul Fitri yang telah dirumuskan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

” Adapun panduan pelaksanaan ibadah Salat Idul Fitri dalam kondisi pandemi covid-19 di rumah ada empat poin dan itu harus dilakukan jika melaksanakan salat Ied di rumah,” kata KH Abubaka Paka.

Empat poin panduan pelaksanaan ibadah salat Idul Fitri dalam kondisi pandemi covid-19 yakni:
1). Memperbanyak zikir, takbir, tahmid dan tahlil sejak terbenamnya matahari sampai pelaksanaan salat Idul Fitri, baik berjamaah maupun sendiri-sendiri (munfarid).
2). Salat Idul Fitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat pula dilakukan secara sendiri (munfarid).
3). Jika salat Idul Fitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya yaitu: Pertama, jumlah jamaah yang salat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum. Kedua, Kaifiat salatnya mengikuti ketentuan Kaifiat salat Idul Fitri berjamaah. Ketiga, selesai salat Id, khatib membacakan khutbah dengan mengikuti ketentuan tata cara khutbah.
4). Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan salat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka salat Idul Fitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah.

Sementara tata cara pelaksanaan salat Idul Fitri di rumah dalam kondisi pandemi covid-19 secara berjamaah meliputi:
a• Sebelum salat, disunnahkan memperbanyak bacaan takbir, tahmid dan tasbih.
b• Salat dimulai dengan menyeru ‘ash-shalâta jâmi’ah’ tanpa azan dan iqamah. c• Memulai dengan niat salat Idul Fitri, yang jika dilafalkan berbunyi; (UyU/Uú))  ‘Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ ala’.
d• Membaca takbiratul ihram (osí ál) sambil mengangkat kedua tangan,
e• Membaca doa Iftitah.
f• Membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca: Membaca surah Al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran. Kemudian Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri Iagi seperti salat biasa.

Pada rakaat kedua sebelum membaca Al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca: Surah Al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.  Kemudian Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.

Untuk Panduan Khutbah Idul Fitri adalah sebagai berikut:
a• Khutbah ‘Id hukumnya sunnah yang merupakan kesempurnaan salat Idul Fitri.
b• Khutbah ‘Id dilaksanakan dengan dua khutbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.
c• Khutbah pertama dilakukan dengan cara: Membaca takbir sebanyak sembilan kali. Kedua memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca. Ketiga membaca shalawat kepada Nabi SAW, antara lain dengan membaca.  Keempat, berwasiat tentang takwa dan kelima, membaca ayat Alquran.
d• Khutbah kedua dilakukan dengan cara: Pertama, membaca takbir sebanyak tujuh kali. Kedua, memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca •-Q-S-II . Ketiga, membaca shalawat kepada Nabi SAW antara lain dengan membaca. Kelima, berwasiat tentang takwa dan Keenam, mendoakan kaum muslimin.

” Jadi demikian Taushiyah pelaksanaan Idul Fitri 1441 H. Dalam kondisi pandemi covid-19 kita senantiasa diharapkan disiplin dengan mengutamakan sosial dan physical distancing serta pakai masker,” tambah Ketua MUI Gowa KH Abubakar Paka, Rabu (20/5/2020) pagi via WhatsApp.-

Komentar Anda

Channel
Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Comments

Berita lainnya Sulsel

Populer Minggu ini

Arsip

To Top