ikut bergabung

Sudah Masuk Zona, Pemkab Barru Tiadakan Open House, Warga Diminta Shalat Ied Dirumah Saja

Sulsel

Sudah Masuk Zona, Pemkab Barru Tiadakan Open House, Warga Diminta Shalat Ied Dirumah Saja

BARRU, UJUNGJARI.COM — Kini kabupaten Barru sudah masuk zona merah Covid-19. Sehingga kegiatan Idul fitri mengikuti keputusan pemerintah pusat bahwa shalat Ied dirumah saja.

Hal ini dilakukan demi keselamatan kita semua. Selain itu Bupati Barru Suardi Saleh dihadapan wartawan Rabu (20/5/2020) menyatakan tahun ini tidak menggelar open house di rujab.

Sesuai hasil rapat koordinasi dengan Pemprov Sulsel dan instansi keagamaan yang ditindaklanjuti dengan pertemuan antar pimpinan Forkopimda, serta perwakilan organisasi keagamaan, Barru memutuskan mengikuti himbauan pemerintah pusat.

“Meski dengan berat hati, kita ikuti himbauan pemerintah pusat dengan melanjutkan himbauan kemarin (meniadakan shalat Id di masjid),” kata Suardi Saleh.

Suardi Saleh mengakui, meniadakan shalat Id di masjid dan di tanah lapang, adalah kebijakan yang tidak populer. Tapi demi keselamatan dan daerah kita, pilihan tersebut harus diambil di Pemkab Barru. Mengingat Barru saat ini sudah masuk zona merah pasca-ada 7 warga yang dinyatakan terpapar covid-19.

“Ini kebijakan yang tidak populer. Tapi saya ingin selamatkan masyarakat Kabupaten Barru. Dengan berat hati, kita ambil keputusan ini. Namun ini yang terbaik untuk keselamatan kita semuanya,” terangnya.

Suardi Saleh mengurai, penyebaran Corona begitu sangat cepat dan penularannya mudah. Hal ini bisa dilihat bagaimana lima tim medis di Barru yang ikut tertular setelah menangani satu santri yang positif corona.

“Kita sekarang tidak lagi zona hijau. Pelaku perjalanan (masih) ada 624 orang. OTG 124 orang. Dan OTG ini hasil tracking yang pernah kontak erat dengan yang positif Covid-19,” urainya.

Kapolres Barru AKBP Willy Abdillah, sepakat jika pelaksaan shalat Id tetap di rumah. Alasannya tren penyebaran corona secara umum mengalami peningkatan, termasuk di Barru.

“Trennya secara umum, penanganan Covid-19 di daerah kita meningkat. Lebih lbaik di rumah saja,” ujar Welly.

Sementara itu Dandim 1405 Mallusetasi Ali Syahputra Siregar. Baginya, himbauan di maklumat bersama sebelumnya, lebih baik diteruskan.

“Apabila ada himbauan sebelumnya, lebih baik diteruskan saja, karena kalau dari segi kesehatan, fenomena Covid-19 ini ibarat gunung es. Banyak yang tidak kelihatan,” paparnya.

Sekadar diketahui, sejauh ini sudah ada 7 warga Barru yang dinyatakan positif Covid-19. Masing-masing satu santri klaster pesantren di Jawa Timur, satu ustadz yang baru pulang dari Mesir, serta lima petugas medis yang sempat menangani santri yang positif.

Khusus 1 tambahan yang dimasukkan datanya  Tim Gugus Tugas Sulsel ke Barru, merupakan perawat di RS Awal Bross Makassar yang punya KTP Barru. Meski demikian yang bersangkutan sudah lama tak ke Barru.

Selain itu, ada satu ibu rumah tangga asal Barru yang reaktif di rapid test, dan sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Makassar. Dua bayinya yang baru lahir, meninggal dunia, dan sudah dimakamkan di Gowa sesuai standar protokol pemakaman Covid-19. (Udi)

Komentar Anda

Channel
Comments

Berita lainnya Sulsel

Populer Minggu ini

Arsip

To Top