GOWA, UJUNGJARI.COM — 598 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Gowa yang sedianya berangkat ke tanah suci Mekah pada 2020 ini, resmi dibatalkan.

Pembatalan pemberangkatan haji ini berdasarkan surat edaran Menteri Agama dan diteruskan ke Kemenag provinsi dan kabupaten/kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Khusus di Kabupaten Gowa, pembatalan berhaji ini membuat daftar tunggu pun bertambah dari semua hanya 20.500 orang kini menjadi 21.098 (termasuk 598 orang yang batal berangkat pada tahun haji 2020 ini).

Pembatalan haji ini dibenarkan Kepala Kemenag RI Kabupaten Gowa Adliah. Saat dihubungi media, Selasa (2/6/2020) kemarin, Adliah mengatakan tahun haji 2020 ini sebenarnya Gowa memiliki kuota berangkat 598 orang namun karena batal sehingga kembali harus menunggu tahun berikutnya.

” Iya, sekitar 598 CJH Gowa batal berangkat tahun ini. Kami akan sampaikan langsung ke seluruh jamaah. Kami minta jamaah untuk bersabar,” kata Adliah. 

Adliah mengatakan, adanya pembatalan pemberangkatan jamaah haji tahun ini bukan merupakan kewenangan Kemenag Gowa. Tapi, kebijakan ini langsung dari pusat. Kebijakan tersebut salah satunya untuk mencegah penyebaran virus corona terhadap CJH. 

“Kami hanya mengikuti aturan pusat. Sekali lagi kami harap jamaah bisa bersabar,” katanya. 

Meskipun batal diberangkatkan tahun ini lanjut Adliah, CJH Gowa yang sudah mendaftar tetap akan diberangkatkan tahun depan. 

” Insya Allah tahun depan akan tetap diberangkatkan,” kata Adliah. 

Terpisah, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Gowa Tajuddin yang dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan, untuk daftar tunggu (waiting list) diestimasj akan menunggu hingga 33 tahun ke depan.

” Daftar tunggu ini sebanyak 21.098 termasuk yg batal berangkat tahun ini. Jika tahun depan (2021) sudah bisa pemberangkatan kembali maka itu akan tidak mempengaruhi daftar tunggu yang tetap berjumlah 20.500 orang, jelas tetap terjadwal hingga 33 tahun ke depan. Semoga kondisi pandemi covid-19 ke depan ini berkurang dan hilang segera agar pemberangkatan haji ke depan tidak lagi terkendala,” kata Tajuddin.-