MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Pandemi Covid-19 saat ini menjadi persoalan bersama. Butuh kerja kolektif dari seluruh perangkat pemerintahan, dari level bawah hingga atas untuk menekan angka penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus korona tersebut. Termasuk keikutsertaan masyarakat, kelompok, organisasi hingga tokoh pemuda dan tokoh agama.
Berbagai forum diskusi pun dibuka untuk menerima masukan terkait cara penanggulangan covid-19. Seperti yang dilakukan Senin (15/6) malam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bertempat di Red Corner Cafe yang berlokasi di Jalan Yusuf Dg Awing, tepat di depan Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah dan PJ Wali Kota Makassar Yusran Jusuf duduk semeja membahas penyakit yang telah meresahkan masyarakar tersebut.
Hadir juga Mantan Ketua PB HMI Arif Rosyid, bareng sejumlah para kelompok milenial Makassar.
Yusran Jusuf nampak mengenakan baju kotak kotak merah, sedangkan Nurdin memakai baju abu abu, dengan masing-masing memakai masker.
Pemerintah Kota Makassar diketahui tak henti melakukan inovasi agar kasus penyebaran Covid di Makassar bisa tertekan.
Salah satunya dengan melibatkan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se Makassar.
PJ Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf mengatakan LPM diminta berkontribusi untuk melakukan edukasi secara massif dilingkungan masing-masing.
“Akhir-akhir ini kita melihat banyak warga yang menolak untuk dilakukan rapid test di wilayahnya. Padahal ini penting untuk mencegah secara cepat penyebaran virus di setiap wilayah di Kota Makassar,” kata Yusran.
Menurut Yusran, LPM sebagai pihak yang ditokohkan bisa meredam kondisi ini, dengan memberikan sosialisasi dan pemahaman terkait pentingnya warga melakukan rapid test.
“Mari kita berikan pemahaman kepada warga, bahwa jika kita ingin melakukan deteksi virus lebih cepat, maka kita harus lakukan rapid test. Kerjasama penting antara RT/RW, Lurah dan camat serta LPM,” jelasnya.
Ia menegaskan agar warga tidak takut melakukan rapid test, karena belum tentu hasilnya reaktif.
“Kalau pun reaktif warga bisa melakukan isolasi mandiri. Isolasi kan juga penting untuk kita tidak menyebarkan virus ke orang-orang tersayang kita. Ini yang harus masyarakat paham dan garis bawahi,” Yusran menambahkan.
Dengan bantuan LPM, Yusran berharap ada kesadaran dari masyarakat setempat agar tidak mengulangi penolakan rapid test kembali. (Rahma Amri)

