MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Panwascam Tamalanrea akan menindak tegas semua pihak yang melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan pilkada serentak 9 Desember 2020. Apalagi saat ini telah memasuki tahapan, Panwascam akan memperketat pengawasan dan tidak segan-segan bertindak tegas kepada siapa saja yang melalukan pelanggaran termasuk aparatur sipil negara (ASN).

Hal tersebut diungkapkan Ketua Panwascam Tamalanrea, Nasrullah, kepada ujungjari.com disela proses pelantikan anggota PPS 8 kelurahan kecamatan Tamalanrea, di Aula APTISI jalan Perintis Kemerdekaan, Senin sore kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nasrullah menilai, ASN ditingkat kecamatan dan kelurahan sangat rawan melakukan politik praktis dalam upaya mendukung dan memenangkan jagoannya di Pilkada. Dan itu sudah menjadi tugas kami untuk melakukan pengawasan secara ketat.

“Ada beberapa indikasi ASN utamanya camat lurah dalam melakukan politik praktis, seperti melakukan mobilisasi massa staf kecamatan dan kelurahan, bahkan sampai ditingkat RT RW mereka bisa kendalikan. Tentu sebagai camat sebagai kapala wilayah, semua sendi di masyarakat bisa mereka masuki dengan berbagai dalilnya,” ketus Nasrullah.

“Jadi camat, lurah serta ASN lainnya itu paling rawan, karena memang sudah terstruktur. Mereka bisa menggunakan kewenangan dan kekuasannya, untuk mempengaruhi masyarakat dengan berbagai caranya,” pungkasnya.

Ia mencontohkan, pembagian baju kaos bergambar salah satu balon walikota Makassar ke petugas kebersihan di kecamatan Tamalanrea beberapa bulan lalu. Apalagi baju itu diwajibkan dipakai dalam menjalankan rutinitasnya di lapangan.

Menurut Nasrullah, itu pelanggaran, dan harus ditelusuri dari mana dan siapa yang membagikan baju bergambar balon walikota tersebut.

“Sangat jelas dalam foto, mereka pakai baju kaos merah bergambar salah satu balon walikota. Ya indikasinya camat, karena tindak mungkin anggotanya pakai baju itu, kalau bukan perintah dan sepengetahuannya,” tutur Nasrullah.

“Kami juga minta kepada seluruh elemen masyarakat Tamalanrea, termasuk LSM dan Media untuk bersama sama ikut mengawasi semua tahapan pilkada. Kalau ada yang mencurigakan dan menemukan pelanggaran pilkada di lapangan, segera laporkan kepada kami. InsyaAllah akan kami tidak tegas, tanpa kompromi,” imbuhnya.  (drw)