MAKALE, UJUNGJARI–Nama bandara baru Tana Toraja, Kamis (18/6) disetujui DPRD Toraja Air Port (Bandara Toraja).
Alotnya argumentasi anggota dewan membuat paripurna tegang, namun dari enam fraksi DPRD, lima diantaranya menolak nama Toraya Air Port, sementara Fraksi Nasden setuju usulan Pemda nama Toraya Air Port.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yan Anggong Kalalembang, legislator Partai Perindo mengatakan, nama Toraya Air Port didasari hasil pertemuan (kombongan) para tokoh adat di Sahid Hotel sebelumnya, dan telah dikenal dunia International.
Karena itu nama disetujui dewan hari ini sudah tepat sebab mewakili semua warga Sangtorayan, termasuk diaspora Toraja.
“Apalagi bandara akan diresmikan Presiden Jokowi Agustus tahun ini, sehingga nama bandara sudah tidak jadi polemik lagi,” singkat Yan Anggong.
Senada dengan Welem Sambolangi, pada prinsipnya dewan apresiasi dengan dua nama menjadi perbincangan alot anggota dewan, namun apapun diperbuat dewan tetap muaranya untuk kepentingan rakyat Toraja secara keseluruhan.
Ditambahkan Wabup Victor Datuan Batara (VDB), Paripurna hari ini punya nilai history (sejarah), sebab keputusan diambil cukup arif dan eksekutif respon baik.
Terpisah Kepala Bandara Toraja Jefriadi Mappiare mengatakan, persiapan peresmian bandara sudah 95 persen.
Namun beroperasinya bandara ditentukan hasil supersisi tim tehnis Dirjen Perhubungan Udara, termasuk wilayah sekitar bandara perlu dihijaukan, sehingga Dinas Kehutanan memberi Perhatian, singkat Jefri. (agus)

