MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Nilai Tukar Petani (NTP) ikut terdampak dimasa pandemi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan NTP gabungan Sulsel pada Juni 2020 sebesar 96,57 atau turun 0,08 persen dibandingkan dengan NTP Mei lalu yakni 96,65.

Rinciannya, NTP subsektor Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar
96,18, hortikultura (NTPH) sebesar 107,52, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 93,53, subsektor peternakan (NTPT) 99,42, dan subsektor Perikanan (NTNP) 96,96.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah mengatakan menurunnya NTP disenakan oleh kenaikan indeks yang diterima petani (it) lebih kecil dari pada indeks yang dibayar petani (ib). Dimana Itu mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen sedangkan Ib mengalami kenaikan sebesar 0,25 persen.

“Indeks yang diterima petani (it) mengalami penurunan pada 2 (dua) subsektor, yaitu subsektor hortikultura dan subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat. Sedangkan Indeks yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan disemua subsektor,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sulsel, Andi Ardin Tjatjo mengatakan, NTP dimasa pandemi mebagalami penurunan atau anjlok, khususnya di sektor tanaman pangan dan perkebunan. Dimana NTPnya berada dibawah angka 100.

Ardin Tjatjo menjelaskan, kondisi tersebut mengartikan bahwa daya beli petani mengalami ketidak mampuan.

“Memang selama pandemi Covid-19 ini NTP sub sektor pertanian dan perkebunan kita berada pada 95,5 dibawa 100. Artinya daya beli petani kita tidak kuat lagi,” ucap Ardin Tjatjo.

Lain halnya dengan NTP pada subsektor holtikulutra yang mengalami peningkatan dari angka 106 naik di angka 108. Untuk menangani menurunnys NTP Sulsel secara keseluruhan, pihaknya akan mempercepat bantuan sarana produksi untuk petani.

“Selain itu, kita melakukan kegiatan didominasi yang sifatnya padat karya. Misalnya pengerjaan jalan usaha tani. Petaninya sendiri yang mengerjakan sehingga manfaatnya dirasakan langsung,” jelasnya. (**)