TAKALAR, UJUNGJARI.COM — Pelaksana tugas (Plt) kepala desa Su’ rulangi, kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel) Baharuddin Limpo, meminta pekerja media profesional menjalankan tugas sebagai jurnalis kala meliput dilapangan.

Hal itu dikatakan oleh Plt Kades Su’ rulangi setelah dirinya diberitakan oleh beberapa media yang menuding pihaknya telah mengadakan sapi yang dibiayai oleh dana desa tidak sesuai spesifikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami minta rekan rekan media ketika meliput di lapangan melakukan kros cek. Dimana melalui pemberitaan kami dituduh mengadakan pembelian sapi yang tidak sesuai spesifikasi, dan berita itu sama sekali tidak benar dan terkesan mengada ada,” kata Baharuddin Limpo saat memberi keterangan pada sejumlah jurnalis, Jumat (17/7/2020).

Selain menyayangkan pemberitaan tersebut, Baharuddin Limpo menegaskan bahwa pengadaan sapi yang dilaksanakan akhir November 2019 lalu sebanyak 20 ekor telah dinikmati oleh warga Desa Su’ rulangi pada lima dusun berbeda, bahkan pengadaan sapi tersebut oleh BPK – RI telah dijadikan sampel.

“BPK RI telah menjadikan desa Su’ rulangi sebagai sampel saat melakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan ada kesalahan penganggaran, bahkan sapi sapi tersebut sudah ada 6 ekor yang telah melahirkan, nah dimana letak kesalahan terkait pengadaan sapi tersebut yang menelan anggaran 200 Juta,” jelas Baharuddin Limpo.

Ia menambahkan, munculnya berita yang terkesan mengada ada karena ada interk pribadi dengan salah satu wartawan yang kerap keluar masuk didesa Su’ rulangi.

“Ada kepentingan salah seorang wartawan yang meminta kegiatan didesa tapi saya tidak akomodir, karna penggunaan dana desa tidak bisa dipihak ketigakan,”‘ kku Plt Kades Su’ rulangi

Sementara itu, Daeng Ngalle salah satu penerima bantuan bibit ternak sapi juga menyesalkan pemberitaan yang menyudutkan Plt Kades Su’ rulangi dan mengatakan sapi sapi yang telah diterima oleh warga, termasuk dirinya sudah berjalan sesuai regulasi.

“Sapi yang telah saya terima sudah beranak setelah saya memelihara sapi itu selama beberapa bulan lamanya dan saya pikir berita yang menyebutkan bantuan sap yangi tidak sesuai spesifikasi adalah berita yang mengada ada, silahkan diperiksa kebenaran bantuan bibit sapi itu,” tegas Daeng Ngalle. (Ari Irawan)