MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Universitas Patria Artha (UPA) bertekad menciptakan sarjana berkualitas yang mengantongi sertifikat keahlian di bidang masing-masing.

Seperti keluaran sarjana keperawatan UPA, yang harus menjalani uji komptensi sebelum lulus agar bisa mengantongi
Certified, Generic, Registernet (CGRN).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Rabu (26/8), sebanyak 18 calon sarjana mengikuti uji kompetensi yang dipandu langsung sejumlah asesor CGRN. Secara spesial, uji kompetensi tersebut disaksikan langsung Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr H. Muhammad Ichsan Mustari, MHM.

Rektor Universitas Patria Artha, Bastian Lubis mengatakan standar kompetensi yang diujikan pada calon lulusan UPA tersebut adalah yang pertama dilakukan di Indonesia.

Tujuannya, kata Bastian, untuk menciptakan lulusan siap pakai yang bisa bersaing bukan hanya di Indonesia, namun juga di dunia internasional.

Bukan hanya itu, kata dia, mereka juga nantinya bisa menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya di kampung masing-masing.

“Jadi sertifikat yang mereka kantongi itu diakui secara internasional. Bukan hanya itu, mereka juga bisa buka klinik kalau pulang kampung,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ichsan Mustari sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan UPA untuk menciptakan tenaga kerja handal dan siap pakai dengan keahlian yang tidak diragukan lagi.

“Ini akan menjadi perhatian kita. Ke depan, memang kita harapkan, lulusan tenaga kesehatan kita punya kualifikasi yang berstandar intensional,” jelasnya.

Direktur LSP P1 UPA, Dr Nurmiaty, SP, MM, MSi menjelaskan, uji kompetensi ini berlangsung sangat ketat. Bagi yang ingin ikut, harus melakukan persiapan yang matang.

Persyaratannya pun cukup berat. Diantaranya, minimal sudah menjalani tujuh semester perkuliahan, punya portofolio sesuai SKKNI, sudah melakukan praktik keahlian.

Salah seorang asesor atau tim penguji,
Abdul Rahman, S.Kep, CGRN,CBES,CES,CAN,CFM menjelaskan, penilaian yang diberikan kepada peserta mengacu pada standar lembaga sertifikasi profesi yang diterbitkan oleh negara.

Dia berharap UPA akan jadi embrio dan acuan bagi universitas lain, bagaimana cara menciptakan lulusan kampus yang unggul dibidangnya.

Tim Asesor Uji Kompetensi CGRN lainnya, Muhammad Sofyan mengatakan uji kompetensi ini harus memenuhi 48 item kriteria. Sehingga sebelum mengikuti ujian, ada pembekalan yang diberikan kepada calon peserta terlebih dahulu.

“Ujian yang dilalui tidak main-main karena mengandung kualitas. Tidak bisa asal-asalan,” tandasnya. (Rahma Amri)