GOWA, UJUNGJARI.COM — Mungkin sudah menjadi tradisi atau menjadi hal yang wajib ketika tiba waktu 10 Muharram (tahun baru Islam 1442 Hijriah) tepatnya jatuh pada Sabtu (29/8/2020) ini, rata-rata kaum ibu rumahtangga (IRT) keluar rumah dan berbelanja perabotan dapur.

Menurut mereka (IRT), berbelanja alat dapur pada 10 Muharram adalah tradisi turun temurun yang intinya sangat baik untuk menata hidup lebih baik di masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti dikatakan salah seorang pengunjung di toko Anugerah Sungguminasa, depan Museum Istana Ballalompoa. Kepada ujungjari.com disela berbelanja, Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 Wita, berbelanja di hari 10 Muharram adalah tradisi turun temurun.

Rahmiah Dg Ngugi, nama ibu tersebut. Dia tinggal di Somba Opu. Dia mengaku setiap kali 10 Muharram, pastilah dia dan keluarga besarnya harus berbelanja alat-alat dapur.

” Ini sudah tradisi umat Islam terlebih keluarga saya. Setiap 10 Muharram saya selalu belanja alat dapur seperti tempat nasi, piring, gelas, sendok, wajan, panci hingga gayung kamar mandi juga. Ini semua tradisi keluarga saya. Kata orangtua saya, belanjalah biar satu biji saja setiap kali 10 Muharram sebab disitulah doa makbul untuk meminta kelapangan rezeki dan keselamatan keluarga,” kata Rahmiah Dg Ngugi.

Selain belanja alat dapur, banyak juga yang memperingati 10 Muharram ini dengan menyiapkan makanan khas Jepe’ atau nasi bubur yang sering disebut orangtua dulu jepe sura (bahasa suku Makassar) atau bubur sura.

Jepe’ atau bubur nasi ini dibuat sedemikian rupa dengan hiasan telur dadar dipotong panjang-panjang dan diberi umbi keladi ungu yang sudah direbus kemudian dipotong dadu dan diaturkan di atas bubur nasi gurih (disantan).

Seperti dikatakan Nasrah Dg Niasi, warga Bontomarannu. ” Setiap 10 Muharram keluarga besar saya sudah tradisi membuat Jepe Sura ini. Jepe sura ini menjadi penganan istimewa dan disantap seusai shalat maghrib berjamaah di rumah. Jepe sura ini akan kami nikmati bersama disajikan dengan beberapa macam lauk pauk yang sesuai. Kebiasaan kami ini sudah menjadi tradisi setiap hari kesepuluh di tahun baru Islam,” kata Nasrah Dg Niasi.

Hal sama dianut Nurliah Ruma. Ternyata aktivis perempuan yang juga adalah Korkot Kotaku wilayah 4 Sulsel ini pun mengaku menjalankan tradisi 10 Muharram tersebut.

Sabtu malam kemarin, Nurliah Ruma menyasar Bintang Harapan, toko barang campuran di kawasan Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu. Di toko ini, ibu satu anak ini membeli berbagai macam alat dapur termasuk panci, piring dan termos air.

” Ini hari adalah 10 Muharram, sudah menjadi tradisi orangtua dan leluhur saya secara turun temurun. Tidak lain yang saya kejar adalah berkah Muharram sambil bersedekah demi amal dan pahala dari Allah SWT,” kata Nurliah Ruma.

Selain untuk keperluan dapurnya, Nurliah Ruma juga membeli peralatan rumah tangga untuk ponakannya yang masuk rumah. ” Sekalian belanja di hari 10 Muharram, penuh berkah,” katanya. –