MAKALE, UJUNGJARI– “Ujungjari” – -, Anggaran Covid-19 Tana Toraja pantastis di Sulawesi Selatan Rp 74 milyar, ditengarai Satgas Civid-19 Tana Toraja diketuai Bupati Nicodemus Biringkanae tidak transparan pengelolaannya.
Kondisi ini membuat pemuda milenial Toraja yang tergabung dalam Laskar Lakipadada, dan Gerakan Solidaritas Mahasiswa Toraja (Gasmator) mengambil sikap demo di empat tempat berbeda, Kejari, Polres, DPRD, dan kantor Bupati Tana Pantan Makale, Senin (7/9).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gabungan aparat pengamanan Brimob, Polisi, dan TNI nampak berjaga-jaga mengawal jalannya aksi.
Dipelataran DPRD Tana Toraja Orator Laskar Lakipadada, dan Gasmator silih berganti orasi sorot anggaran Covid-19 Tana Toraja diduga banyak masalah.
Sala satu penyelewengan anggaran Covid yakni nya pembelian android 30 unit dibagi ke Puskesmas dan bupati seharga Rp 1,7 dengan dalih permudah kordinasi internal Satgas.
Demikian pula pembelian minuman beralkohol jenis Bir, dan belanja lainnya diduga mark up, sehingga pihak penyidik dan auditor segera turun melakukan audit, terang kordinator lapangan (Korlap) aksi, Tejo Sibala.
Aneh sekali Satgas Covid-19 Tana Toraja sejak informasi tidak sedap ditelinga ini mencuat kepermukaan, hingga sekarang tidak ada klarifikasi sehingga kami yakin benar adanya, singkat Tejo Sibala.
Mantan Bupati Tana Toraja dua periode J.A.Situru, sebelumnya di KPU Tana Toraja, Sabtu (5/9), juga sorot anggaran Covid tidak transparan menimbulkan kecurigaan banyak orang.
Amping Situru juga menyoroti anggaran APBD Tana Toraja tahun 2019 lalu depisit Rp 64 milyar, dam gaji 13 ASN belum dibayar hingga sekarang, singkat Amping (agus).

