ikut bergabung

GERMAK Bantah Demo di Barru Ditunggangi Politik

Ketua Umum GERMAK, Ashary Setiawan (tengah) didampingi Jenderal Aksi, Maslim Sanja (kiri) dan Sekjen GERMAK, Muh Ainun Najib (kanan) saat menggelar konfrensi pers di Kanrerong, Jumat (18/09/2020).

Makassar

GERMAK Bantah Demo di Barru Ditunggangi Politik

MAKASSAR, UJUNGJARI–Aktivis Gerakan Masyarakat Antikorupsi (GERMAK) Indonesia membantah keras adanya tuduhan sejumlah pihak yang menuding aksi demo yang mereka lakukan di Kabupaten Barru, Kamis (17/09/2020) siang, ditunggangi kepentingan politik menjelang Pilkada.

“Kalau dituding kepentingan politik, itu sama sekali tidak benar. Ada juga tuduhan di salah satu akun di media sosial Facebook yang menuding GERMAK menerima uang Rp250 juta untuk melakukan aksi. Itu sama sekali fitnah besar. GERMAK bergerak melakukan demo murni atas gerakan nurani dalam mengawal pemberantasan korupsi di Sulsel. Kami tidak ada urusan dengan politik. Semua biaya aksi saya yang talangi sendiri,” tegas Ketua Umum GERMAK, Ashary Setiawan alias Kama Cappi saat menggelar jumpa pers, Jumat (18/09/2020).

Ashary Setiawan didampingi Jenderal Aksi, Maslim Sanja, mengaku sedang melakukan kajian serta penelusuran mendalam untuk melaporkan akun Facebook yang telah menuding aktivis GERMAK secara sepihak.

“Kami akan melaporkan akun itu karena telah memfitnah GERMAK di media sosial. Kami dituduh menerima uang dan untuk kepentingan politik. Itu sama sekali tidak benar dan fitnah. Saya ini aktivis sekaligus pengusaha. Kalau soal uang saya tidak sombong. Tidak mungkin saya mencoreng nama baik GERMAK hanya karena uang ratusan juta,” tukas Ashary.

Lebih jauh Ashary, semua biaya operasional, transportasi, serta konsumsi dia tanggung secara pribadi. Sama sekali tidak ada satu rupiah pun bantuan dari pihak lain.

Ashary mendesak Kejati Sulsel untuk segera melakukan penyelidikan lanjutan terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Bamba. Menurut Ashary kasus itu belum sepenuhnya tuntas karena masih ada pihak yang dia nilai ikut bertanggungjawab dalam proyek itu belum diproses hukum.

“Kami akan kembali melakukan aksi dan akan menurunkan massa ribuan orang jika tuntutan kami tidak diindahkan aparat penegak hukum,” katanya.

Sementara itu, Sekjen GERMAK Indonesia, Muhammad Ainun Najib mengatakan, pihaknya mengedepankan totalitas dalam melakukan aksi pengawalan kasus korupsi.

“Tidak ada sama sekali satu rupiah pun yang kami terima seperti tudingan dan tidak ada komunikasi dengan calon tertentu,” tegasnya.

Lalu, adanya pernyataan yang melibatkan preman dalam aksi. Ainun mengakui, beberapa anggotanya menjadi preman sebelum bergabung dengan GERMAK Indonesia.

“Salah satu program prioritas yang kami lakukan adalah memberikan edukasi kepada pemuda atau siapapun itu untuk membangun karakter-karakter mereka. Ini bagian dari tanggung jawab kami,” tandasnya. (*)

Komentar Anda

Channel

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita lainnya Makassar

Populer Minggu ini

Arsip

To Top