GOWA, UJUNGJARI.COM — Untuk memberikan pemahaman kepada perwira pengendali lapangan tentang cara bertindak dalam menghadapi aksi unjukrasa penolakan RUU Cipta Kerja yang kurun beberapa hari ini bergolak, Polres Gowa menggelar simulasi Tactical Floor Game (TFG).
Dalam TFG ini setiap perwira pengendali melakukan simulasi sesuai tugas yang diemban sebagai langkah upaya pencegahan dalam pengamanan aksi unjukrasa khususnya dalam menempatkan dan menggerakkan pasukan saat menghadapi aksi massa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan simulasi ini tidak hanya melibatkan para perwira Polres Gowa namun juga Pasi Ops dan dua Danramil dari Kodim 1409 Gowa juga dihadirkan.
Pada pelaksanaan TFG, Senin (12/10/2020) pukul 08.00 Wita di halaman mako Polres, Kapolres Gowa AKBP Boy FS Samola dan Wakapolres Kompol Muh Fajri dengan seksama mendengarkan seluruh perwira sebagai simulator.
” Tujuan dilakukannya TFG ini untuk memberikan gambaran kepada setiap perwira yang memimpin personil pengamanan di lapangan agar dapat menguasai SOP dalam menghadapi aksi penolakan RUU Cipta Kerja. Dalam simulasi ini, setiap perwira yang bertanggungjawab dalam menggerakkan pasukannya mensimulasikan pengamanan seperti kejadian nyata melalui sarana yang telah disiapkan,” jelas Kapolres AKBP Boy FS Samola.
Simulasi yang digelar menggunakan skenario dalam kondisi aman hingga terjadinya aksi anarkis.
” Saya berharap dengan dilakukannya simulasi ini seluruh perwira pengendali lapangan baik dari Polres maupun Kodim 1409 dapat memahami tahapan dalam penanganan aksi unjukrasa guna menghindari kesalahan prosedur,” tegas Kapolres Gowa.
Kapolres Gowa juga berharap dalam menangani aksi unjukrasa, para personil harus humanis dan bahkan tidak dibolehkan membawa senjata api.
Melihat perkembangan situask saat ini, perwira kelahiran Sulawesi Utara ini meminta para personil paham tugas dan fungsinya.
Diakuinya, wilayah hukum Polres Gowa hingga saat ini dalam keadaan aman dan kondusif.
” Saya berterimakasih dan mengapresiasi kinerja seluruh personil dalam menjaga kondusifitas wilayah Kabupaten Gowa. Dan untuk hari ini kita tetap memantau perkembangan Kamtibmas pasca aksi unjukrasa. Walaupun saat aksi unjukrasa kemarin tidak terjadi aksi anarkis di Gowa namun kita tidak boleh under estimate. Setiap perkembangan situasi harus kita pantau terkhusus pasca demo penolakan RUU Omnibus Law dan bila ada aksi unjukrasa susulan agar kita lakukan pengawalan dan pengamanan sesuai SOP, ” tandas Boy Samola.
Boy Samola juga menekankan agar jika kembali terjadi aksi unjukrasa, diapun berharap agar personil tetap bersikap humanis dan jangan terpancing.
” Yang perlu saya tekankan kepada seluruh anggota untuk tidak membawa senjata api saat melakukan pengamanan. Hal ini sebagai upaya mengantisipasi kesalahan prosedur dalam penanganan aksi unjukrasa, tambahnya,” tandas Boy Samola. (sar)

