ikut bergabung

Dewan Kritisi Gubernur Sulsel Soal Pembangunan Twin Tower

Berita

Dewan Kritisi Gubernur Sulsel Soal Pembangunan Twin Tower

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Sejumlah Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan menyampaikan kritiknya atas pembangunan twin tower berlantai 36.

Hal tersebut terungkap saat rapat paripurnah DPRD Sulsel bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) SulSel, Jumat (13/11).

Dalam pandangan umum fraksi fraksi terkait dengan perubahan atas perda nomor 1 tahun 2019 RPJMD Sulsel tahun 2018-2023 dan Nota keuangan serta ranperda tentang APBD tahun anggaran 2021.

Fraski di DPRD Sulsel mempertanyakan soal kepemilikan lahan yang dibanguni gedung. Dimana nantinya twin tower akan terintegrasi antara Pemprov, DPRD Sulsel, Fokopimda, dan kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu.

Pembawa pemandangan Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Andi Izman Maulana Padjalangi mengatakan, terkait dengan pembangunan twin tower di CPI saat ini. Dimana pembiayaannya dan pengerjaanya dilakukan oleh PT Waskita Karya yang nantinya dipergunakan untuk Kantor Gubernur, DPRD, dan OPD.

“Bagaimana status kepemilikan gedung ini mendatang? Apakah sepenunhnya menjadi milik Pemprov dan bagaimana dengan perjanjian kerjasama dan sekema pembiyaanya, mohon penjelasan,” ucap Izman.

Senada dengan fraksi Golkar, Fraksi NasDem DPRD Sulsel juga mempertanyakan soal status hukum lahan yang dibanguni gedung yang rencananya pengerjaanya selama 18 bulan itu.

Desy Susanty Sutomo, pembawa pemandangan fraksi NasDem DPRD Sulsel, menyampaikan bahwa, fraksinya meminta penjelsan mengenai kejelasan lahan di CPI. Karena diketahui bersama bahwa sedang direncanakan sejumlah bangunan bangunan strategis provinsi dilahan tersebut.

“Fraksi NasDem meminta Pemprov untuk menjelaskan luasan sebagaiman telah diatur dalam perjannian kerja sama dengan pihak PT Yasmin,” ujar Desy.

Selain itu, kata dia, pihak fraksi juga meminta penjelasan terhadap kelanjutan repitalisasi kukurangan 12 hektar area lebih, lahan yang belum diserahkan hingga sekarang.

“Mohon penjelasan dari bapak Gubernur,” tuturnya.

Sementara itu, fraksi Demokrat DPRD Sulsel, mengharapkan ada rincian kejelasan dampak kehadiran mega proyek gedung twin tower terhadap pemulihan ekonomi nasional.

“Menurut kami seharusnya (pembangunan ini) sistemis untuk mewujudkan padat modal dan padat karya bukan konglomerasi,” ujar, Andi Januar Janury Darwis, saat membawakan pemandangan fraksi Demokrat tadi.  (**)

Komentar Anda

Channel

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita lainnya Berita

Populer Minggu ini

Arsip

To Top