BARRU, UJUNGJARI.COM — Suasana duka menyelimuti masyarakat Barru. Calon bupati HM Malkan Amin (72) dinyatakan menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 11.00 wita, Rabu(9/12) di RS Wahidin Sudirohusodo.
Malkan meninggal disaat warga Barru sedang melakukan pencoblosan diseluruh TPS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Almarhum meninggal karena diduga terkonfirmasi covid. Disejumlah medsos dikabarkan jika HM Malkan menghembuskan nafas terakhir akibat covid. Bahkan beredar surat keterangan kematian HM Malkan dari RS Wahidin Sudirohusodo.
Kabar duka ini lebih awal ramai diapload warga disejumlah group medsos. Termasuk digroup medsos pengurus Golkar Sulsel.
Informasi meninggalnya politisi senior yang kembali berpasangan dengan Andi Salahuddin di pilkada 2020 ini, awalnya banyak yang menduga sebagai kabar hoaks yang ingin mengalihkan perhatian pendukung kubu Malkan disaat pencoblosan sedang berlangsung.
Sekretaris Golkar Barru, Bayasit yang dikonfirmasi mengaku belum menerima informasi langsung dari pihak keluarga Malkan tentang kebenaran informasi yang beredar disejumlah medsos.
Diperkirakan dirinya belum dihubungi karena keluarga dekatnya dalam suasana berduka. “Kami sudah beberapa kali mencoba menghubungi Boby putranya. Tetapi belum ada komunikasi yang terhubung ke handphonenya,” ujar Bayasit.
Tetapi Bayasit sudah yakin jika Pak Malkan sudah meninggal dunia karena para petinggi Golkar sudah ada yang menyampaikan ucapan belangsungkawa atas meninggalnya calon bupati usungan partai Golkar ini. Termasuk ada penyampaian belangsungkawa dari HM Nurdin Halid.
Bayasit mengaku terakhir bertemu dengan Malkan dikampanye terakhir di desa Ajakkang, Jumat (4/12) sore. “Tidak ada firasat jika saat itu menjadi pertemuan terakhir saya dengan almarhum,” ketusnya.
“Saya sempat mengingatkan soal waktu jadwal kampanye akan berakhir pukul 17.00 wita dan beberapa kali diberi kode dengan menunjuk jam tangan saya. Ketika itu langsung dijawab iya. Malkan dikampanye terakhir sangat bersemangat karena begitu banyak warga yang tidak mau meninggalkan rumah yang menjadi tempat kampanye terakhir,” jelasnya. (udi)

