PANGKEP, UJUNGJARI.COM — Tingkat partisipasi pemilih di Pangkep dalam pilkada 2020 melampaui dari target 78 persen. Pasca pemilihan kepala daerah, tingkat partisipasi masyarakat justru mencapai 83.29 persen.

Komisioner KPU Pangkep, Saiful Mujib, Jumat (18/12) mengatakan, bahwa capaian partisipasi pemilih tersebut karena adanya dukungan dan peran sangat maksimal dari kawan-kawan adhoc, baik PPK, PPS dan KPPS yang gencar melakukan sosialisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Begitupun juga PPDP yang beberapa bulan lalu mendatangi setiap rumah warga Pangkep guna melaksanakan proses coklit.

“Alhamdulillah, target kita di Pangkep 78 persen, namun tingkat partisipasi pasca pemilihan yang berlangsung  Rabu, 9 Desember lalu dan rekapitulasi tingkat Kabupaten yang baru digelar , mencatat tingkat partisipasi pemilih di Pangkep mencapai angka 83.29 persen,” kata Mujib.

Dijelaskan mantan Jurnalis ini, rata-rata disetiap kecamatan di Pangkep menorehkan prestasi peningkatan partisipasi. Bahkan dari 13 kecamatan, dua kecamatan partisipasi pemilihnya meningkat tajam, yaitu kecamatan Bungoro dan Pangkajene.

“Untuk kecamatan Bungoro angka partisipasi pemilihnya mencapai 86.70 persen dan Pangkajene mencapai 85.58 persen. Dibanding pilkada 2015 dan pemilu 2019 lalu, partisipasi pemilih di dua kecamatan tersebut meningkat drastis. Namun begitu rata-rata partisipasi pemilih di semua kecamatan di Pangkep tidak ada yang di bawah 78 persen,” terangnya.

Selain keaktifan penyelenggara adhoc dan kegiatan sosialisasi baik tatap muka maupun daring yang digelar KPU Pangkep, lanjut Mujib.

“Peningkatan signifikan dari partisipasi pemilih ini, juga erat hubungannya dengan semakin masifnya sosialisasi dan kampanye yang dilakukan oleh tim sukses dan pasangan calon dengan mendatangi kantong-kantong pemilih untuk menawarkan program dan visi misi mereka,” pungkas Komisioner KPU Pangkep ini. (Udi)