BARRU, UJUNGJARI.COM — Pemkab Barru mengevaluasi program kerja 2020 dan membahas program kerja 2021 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Waesai Barru diruang data kantor bupati yanģ digelar Rabu (20/1).

Dalam pertemuan antara pihak Pemkab dengan PDAM ini dipimpin Sekretaris kabupaten Barru, Abustan, AB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rapat itu Sekab meminta agar permasalahan yang ada di PDAM sudah saatnya dibenahi secara serius agar tidak menjadi sesuatu yang berlarut-larut.

Sekretaris Kabupaten Barru, Abustan menyatakan permasalahan yang melilit PDAM merupakan hal klasik  seperti soal keuangan. Dari tahun ke tahun masalah ini yang terus menerus muncul.

“Itulah sebabnya kita gelar rapat evaluasi program kerja dari PDAM Tirta Waesai untuk 2020 dan diforum ini juga dilakukan pembahasan rencana kerja 2021,” ujar Abustan.

Dalam rapat evaluasi yang ikut dihadiri Direktur PDAM Waesai dan Badan Pengawas para kepala OPD dilingkup Pemkab. Abustan berharap rapat evaluasi ini menghasilkan solusi yang tepat, agar PDAM segera keluar dari permasalahan.

“Memasuki program kerja 2021, seluruh permasalahan harus diselesaikan. Makanya sangat urgen disiapkan perencanaan, karena melalui hal ini kita dapat mengetahui kekurangan ditahun sebelumnya dan target yang akan dicapai 2021,” tandasnya.

Mantan Kepala Bappeda Barru ini menambahkan, permasalahan PDAM di Barru juga dialami PDAM didaerah lain. Itulah sebabnya harus segera dilakukan pembenahan agar perusahaan ini bisa tumbuh secara sehat dan dapat berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kehadiran Pelabuhan Garongkong, dapat menjadi peluang bagi PDAM untuk mensuplay keperluan air bersih. Tentu hal ini terkait dengan penyerahan pengelolaan pelabuhan tersebut  ke Pemerintah Daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Wae Sai, Suheri, S.  melaporkan bahwa sejak diamanahkan menjadi PLT Direktur dari  2017 hingga dilantik menjadi Direktur defenitif pada 2019.

Pihaknya telah melakukan berbagai penataan dan telah menyelesaikan beberapa permasalahan. Diantaranya menghapus pelanggan yang tidak aktif, dan memutus sambungan pelanggan yang tidak terdaftar namanya di PDAM dan saat ini pendaftaran untuk pelanggan baru bisa dilakukan secara online.

“Alhamdulillah dari 2017 pemasukan yang hanya mencapai Rp 6 milyar, sedangkan  pada 2020,  meningkat menjadi Rp 8 milyar,” ujar Suheri.

Menurut Suheri, pihaknya saat ini terus berupaya secara maksimal memperbaiki kinerja seluruh jajaran PDAM dengan memperbaiki dan meningkatkan pelayanan.  (Udi)