MAKALE, UJUNGJARI.COM — Jagoan Partai Golkar Tana Toraja pada Pilkada 9 Desember 2020 tumbang. Untuk itu, jelang Musda Golkar yang dijadwalkan pada Maret 2021, membuat sesepuh Partai Golkar Tana Toraja Tarra Sampetoding angkat bicara.
Kepada media ini, Senin (22/3) Tarra menjelaskan, Tana Toraja gudangnya suara Golkar beberapa Pilkada sebelumnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prestise tersebut tentu tugas dan tanggungjawab kader dipertahankan, namun gagalnya di Pilkada lalu tentu ada yang salah, sehingga menilik dan evaluasi fenomena ini partai Golkar Tana Toraja saatnya dilakukan peremajaan total dan membangun kekuatan baru.
Menurut Tarra, tidak bisa dipungkiri jika di pengurus partai Golkar Tana Toraja banyak faksi dan kelompok sehingga kekuatan dan power politik partai tidak menyatu.
Anehnya lagi Victor Datuan Batara ketua Partai Golkar Tana Toraja, dan fraksi Golkar mengontrol 7 kursi di DPRD Tana Toraja sekaligus pemenang pemilu, tidak bisa berbuat banyak.
“Yang menjadi pertanyaan kenapa ketua partai Golkar hanya mau jadi Wakil Bupati, bukan maju calon bupati, itupun keos,” ujarnya.
Dijelaskan Tarra, filosofi Golkar selalu dekat dengan pemerintah, bukan berlawanan dengan penguasa.
Jika Musda dilaksanakan dan Victor Datuan masih tetap ngotot, itu sinyal sangat berbahaya bagi partai berlambang pohon rindang di Tana Toraja.
“Taupan Pawe sebagai ketua DPD I Sulsel, dan ketua DPP Partai Golkar Pusat Airlangga Hartarto harus mengevaluasi kepengurusan Golkar di Tana Toraja. Dan ini sangat penting, sebab ini solusi membesarkan partai Golkar pada agenda pilitik akan datang,” ketusnya.
Golkar tidak boleh kembali kalah di Tana Toraja setiap kontestasi politik, sehingga Victor Datuan jelas bukan kader golkar hanya lompat pagar dari partai Demokrat lompat pagar ke Golkar.
Musda bukan hal mendesak bagi Partai Golkar di Tana Toraja, melainkan rekonsiliasi dan evaluasi diri, dimana letak kekurangan dan kelemahan sehingga partai Golkar keos Pilkada lalu. (Agus)

