MAKALE, UJUNGJARI.COM — Dua kubu calon Ketua DPD II Partai Golkar Tana Toraja Yariana Somalinggi dan Victor Datuan Batara, mulai panas.

Yariana Somalinggi yang didukung penuh bupati Theofilus Allorerung, sangat diunggulkan meraih kursi panas ketua Golkar Tana Toraja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isu yang dihembuskan kubu Victor Datuan Batara (VDB) jika Musda ke-X Partai Golkar Tana Toraja dijadwalkan (12-13/6) di Makassar, dibantah kubu Yariana Somalinggi, “Jadwal Musda belum keluar,” kata ketua AMPG Tana Toraja Randan Sampe Toding, Minggu (6/6).

Menurut Randan, yang juga anggota DPRD Tana Toraja, meskipun dipastikan Yariana akan head to head Victor Datuan pertarungan ketua DPD II Partai Golkar Tana Toraja, sebaiknya berbesar hati menerima kondisi internal Partai Golkar, jangan menebar isu hoakk lantaran faktor keamanan Musda harus di Makassar.

Jika Musda terkelola dengan baik dan dijalankan sesuai aturan tentu semua kader berbesar hati menrima siapapun terpilih ketua.

Terjadinya dinamika menjelang Musda pro dan kontra tentu dilatarbelakangi ketidak beresan penyelenggara Musda. Selain tidak transparan, juga berpihak yang berbuntut penyegelan sekretariat DPD II Golkar Tana Toraja.

Dikatakan Randan, partai Golkar yang mumpuni dan tangguh tidak lain karena struktur organisasinya tertata rapih secara berjenjang.

Apalagi dengan hadirnya kader milenial yang mumpuni dan hebat penyebab partai Golkar disegani dan dihormati rival lainnya.

Makanya menjelang Musda Partai Golkar Tana Toraja diperparah statemen Kendek Rante, anggota DPRD kubu VDB pastikan Musda (12-13/6) sangat prematur.

“Bagaimana mungkin jadwal Musda dipatok sementara DPD I Golkar Provinsi Sulsel belum keluarkan surat jadwal dan pernyataan resmi,” ujar Randan.

Melihat kondisi DPD II Golkar Tana Toraja tensinya terus memanas jelang Musda, tentu DPD I Golkar Sulsel tidak gegabah dan terburu-buru menetapkan jadwal Musda.

Tentu dicari waktu yang tepat sehingga hasil mediasi kubu Yariana dan VDB pasca disegel Sekretariat Golkar Tana Toraja tentu menjadi pertimbangan DPD I Sulsel musda mengedepankan asas musyawarah dan mufakat.

Diakui Randan, puncak ketegangan kubu Yariana dengan VDB setelah semua pimpinan kecamatan (PK) kader tulen Golkar Tana Toraja pendukung Yariana diganti mendadak Plt Golkar Tana Toraja Lukman B. Kady.

Selanjutnya Plt mengangkat PK baru semua orang dekat VDB tanpa melalui rapat dan bukan orang domisili dikecamatan tersebut. Itukan bertentangan aturan main Golkar sesuai ARD dan ART bahkan menciderai hati kader lama Golkar.

Randan mempertanyakan netralitas Plt ketua Golkar Lukman B.Kady, pasalnya bukan datang ke Tana Toraja menyelesaikan persoalan internal Golkar, tetapi justru menyulut dan membuat persoalan baru.

“Saya saja anggota fraksi Golkar DPRD Tana Toraja, juga Wakil Ketua Bidang Pemuda dan olahraga, sekaligus ketua AMPG, tidak pernah dilibatkan dalam rapat persiapan pelaksanaan musda, tiba-tiba Plt Lukman B.Kady keluar SK Plt PK kecamatan tanpa melalui rapat,” pungkas Randan. (agus)