ENREKANG, UJUNGJARI.COM — Pencarian balita yang hanyut di Sungai Saddang di Kampung Malalin, Desa Malalin, Kecamatan Cendana-Enrekang belum membuahkan hasil hingga hari ketiga pencarian dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Seorang anak balita perempuan berusia 2 tahun Alifa Ahsanu Nisa dilaporkan warga setempat diduga hanyut terbawa arus Sungai tersebut pada Senin 30 Agustus 2021 sekitar Pukul : 15.30 Wita.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Enrekang, Abdullah Sanneng mengatakan meski dibantu tim dari gabungan yang terdiri dari TRC BPBD Enrekang, Tim Gabungan dari Basarnas ,Kodim 1419, Polres, Tagana, Satpol PP, Baznas, Pramuka, dan warga setempat dengan menulusuri sungai dari tempat kejadian Desa Malalin hingga ke Bendungan Benteng Kabupaten Pinrang.
Namun memasuki hari ketiga pencarian korban belum membuahkan hasil dan di lanjutkan pencarian hari ketiga, Rabu 01 September 2021.
“Memasuki hari ketiga pencarian,sampai saat ini korban belum kita temukan,”ujar Abdullah Sanneng di Enrekang, Rabu (1/9/2021).
Menurutnya, kronologis kejadianya pada Senin,30 Agustus 2021 sekitar pukul,15.30 Wita dua orang anak balita perempuan bermain di tepi sungai tersebut,atas nama Sri (2) dan Alifah Ahsanu Nisa (korban). Kemudian Alifah si korban bermaksud ingin mencuci kakinya, namun karena licin sehingga ia terjatuh ke Sungai dan langsung tenggelam.
“Menurut cerita dari Sri teman korban. Keduanya bermain di tepi sungai. Alifah si korban bermaksut ingin mencuci kakinya, namun karen licin korban terjatuh ke sungai,” katanya.
Ia mengatakan, melihat korban tenggelam dan hanyut, Sri teman korban langsung berlari ke rumah orang tua korban yang jaraknya kurang lebih sekitar 30 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) sambil berteriak melaporkan kejadian tersebut.Setelah orang tua korban mengetahui sibuah hatinya tenggelam kemudian ia panik dan segera minta pertolangan kepada warga setempat.
“Melihat korban tenggelam dan hanyut, Sri teman korban langsung berlari ke rumah orang tua korban melaporkanya. Kemudian orang tua korban panik dan segera meminta pertolongan kepada warga,” jelas Abdullah Sanneng mantan Kadis PU Enrekang ini.
Hingga berita ini diturunkan korban belum ditemukan. (suka)

