ikut bergabung

Bank Sulselbar Klaim Dugaan SK Palsu Jadi Agunan di Takalar Sudah Selesai, LAKSUS: Harus Diusut

Muh Ansar

Sulsel

Bank Sulselbar Klaim Dugaan SK Palsu Jadi Agunan di Takalar Sudah Selesai, LAKSUS: Harus Diusut

TAKALAR, UJUNGJARI–Pihak Bank Sulselbar mengklaim, masalah dugaan Surat Keputusan (SK) palsu Pegawai Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Takalar yang dijadikan anggunan untuk mendapat pinjaman kredit di Bank Sulselbar Cabang Takalar, sudah selesai.

“Ini persoalan di tahun 2019 dan telah selesai pada saat itu juga,” kata Humas Bank Sulselbar, Rahmat Nur Kadir saat dikonfirmasi, Senin (20/09/2021). Rahmat tidak merinci soal bentuk serta mekanisme dari penyelesaian masalah tersebut.

Terpisah, Direktur Lembaga Antikorupsi Sulsel (LAKSUS), Muhammad Ansar menegaskan, soal dugaan SK palsu pegawai PDAM Takalar yang diduga dijadikan agunan untuk mencairkan kredit harus segera diusut tuntas.

Menurut Muhammad Ansar, pencairan kredit dengan jaminan dugaan SK Palsu adalah bentuk kecerobohan. “Ada apa dibalik itu. Kok bisa?. Bagaimana verifikasi serta pengawasan pihak bank terhadap dokumen itu. Ini harus diusut tuntas. Kalau dikatakan selesai, selesai apanya?,” tegas Muhammad Ansar.

Menurut Muhammad Ansar, pengelolaan uang negara harus dilakukan secara cermat, proporsional, profesional serta bertanggungjawab. Nah, jika ada masalah seperti ini, maka pemberi serta penerima manfaat harus segera diperiksa. LAKSUS, kata Muh Ansar, akan segera melakukan investigasi mendalam terkait masalah ini.

Diketahui, dugaan SK palsu pegawai PDAM dijadikan jaminan untuk memperoleh kredit terkuak setelah seorang warga bernama Juslianto (27) warga Desa Balangtanaya, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, angkat bicara. Juslianto mengaku heran karena dirinya bukan pegawai PDAM Takalar, namun namanya dipakai dalam SK PDAM untuk mendapat pinjaman dari Bank Sulselbar.

“Saya bukan pegawai PDAM Pak. Baru kali ini saya tahu kalau nama saya dipakai dalam SK PDAM untuk memperoleh kredit di Bank Sulselbar Cabang Takalar,” Kata Juslianto belum lama ini.

Berdasarkan informasi, diduga ada sekitar 10 SK bodong alias palsu dari PDAM Takalar yang menerima pinjaman. Nilai pinjaman Rp100 juta lebih per orang.
Selain Juslianto, Armika Arna (32), warga Kelurahan Manongkoki, Kecamatan Polongbangkeng Utara juga angkat bicara. Diduga namanya pun dipakai dalam SK untuk memperoleh kredit pinjaman di Bank Sulsebar Cabang Takalar.

” Waktu itu saya langsung diarahkan dari salah seorang oknum pegawai PDAM untuk datang ke Bank Sulselbar tanda tangan. Pencairan uang sebesar Rp100 juta lebih. Kemudian setelah cair saya diberi uang Rp 5 juta, sisanya diambil oleh oknum pegawai PDAM Takalar,” kata Armika Arna.

Terpisah, PDAM Takalar melalui Kasubag Personalia, Wanhar SE saat dikonfirmasi sekaitan adanya puluhan SK palsu mengatas namakan karyawan PDAM Takalar mengatakan, dari 11 orang yang dimaksud tersebut tidak terdaftar sebagai karyawan PDAM Takalar.

“Mereka yang telah ambil kredit di Bank Sulselbar bukan karyawan PDAM Takalar. kuat dugaan ada oknum yang bermain untuk mendapatkan kredit dan mengatas namakan PDAM Takalar,” tegas Wanhar via ponselnya.

Adapun nama-nama yang ada dalam 11 SK yang diduga palsu tersebut, yakni inisial, NS, SD, AR, HA, SN, SR, HR, NS, JA, AA, dan RN. (***)

Komentar Anda

Channel


Berita lainnya Sulsel

Populer Minggu ini

Arsip

To Top