SOPPENG, UJUNGJARI.COM – Kabupaten Soppeng kembali menorehkan kebanggaan di tingkat nasional. Dua kepala desa terbaiknya, Kepala Desa Barae, Kecamatan Marioriwawo, dan Kepala Desa Pesse, Kecamatan Donri-Donri, dipercaya mewakili Soppeng dalam program “Kepala Desa Masuk Kampus” di Universitas Indonesia (UI), Depok.

Keduanya dipilih dan ditugaskan langsung oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri bersama tim dari Universitas Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penunjukan tersebut didasarkan pada inovasi serta praktik baik tata kelola pemerintahan yang telah diterapkan di desa masing-masing.

Program ini merupakan bagian dari agenda Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026 yang digagas Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri bekerja sama dengan UI.

Sebanyak 868 kepala desa dari seluruh Indonesia akan mengikuti kegiatan tersebut, dengan jatah dua peserta untuk setiap kabupaten/kota.

Pelaksanaan program dibagi dalam dua gelombang di Kampus UI Depok. Angkatan pertama dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni hingga 2 Juli 2026 dan diikuti 434 kepala desa. Sementara angkatan kedua akan digelar pada 13–16 Juli 2026 dengan jumlah peserta yang sama.

Selain menjadi ruang belajar, program ini juga dirancang sebagai wadah berbagi pengalaman, diseminasi praktik-praktik terbaik, serta penguatan kapasitas aparatur desa dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif dan berdampak bagi masyarakat.

Ditjen Bina Pemerintahan Desa sebelumnya mengusulkan kepala desa yang dinilai memiliki terobosan pelayanan publik sekaligus memperhatikan keterwakilan perempuan.

Dari Kabupaten Soppeng, amanah tersebut diberikan kepada Kepala Desa Pesse, Fatmawati Mappa, dan Kepala Desa Barae.
Fatmawati mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk belajar langsung di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

“Bila pimpinan menugaskan, dalam hal ini Bupati, tentu ini amanah yang harus kami apresiasi. Kesempatan belajar langsung di kampus terkemuka Indonesia rasanya seperti mimpi. Kami akan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab untuk menggali ilmu dan pengalaman,” ujar Fatmawati, Kamis (18/6/2026).

Sepulang dari Depok, para peserta diharapkan mampu mengadaptasi berbagai materi dan praktik baik yang diperoleh selama mengikuti program.

Dengan demikian, inovasi pelayanan dan tata kelola pemerintahan desa di Soppeng dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Program “Kades Masuk Kampus” sendiri diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencetak kepala desa yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan desa di era modern. (Daus)