ikut bergabung

Lagi, HMI Desak Kejati Tahan 13 Tersangka Kasus RS Batua

Hukum

Lagi, HMI Desak Kejati Tahan 13 Tersangka Kasus RS Batua

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Massa Aliansi HMI Cabang Makassar kembali melakukan aksi demo jilid 2 didepan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel, Makassar, Kamis (7/10).

Aksi demonstrasi untuk kedua kalinya ini mendesak agar ke 13 tersangka kasus korupsi RS Batua ini dipenjarakan.

Jenderal lapangan aksi, Erwin mengatakan ada ketidakseriusan dari pihak Kejati dalam penegakan hukum kasus korupsi untuk pembangunan RS Batua di jalan Abdullah Dg Sirua kota Makassar. Padahal kasus korupsi tersebut sangat merugikan keuangan negara.

“Kasus korupsi tersebut telah mengantongi 13 nama dan mereka telah dinyatakan sebagai tersangka oleh Polda Sulawesi Selatan, namun ketika kasus ini dilimpahkan kepada Kejaksaan Tinggi Sulsel,” kata Erwin.

Pihak Kejati malah mengembalikan berkas perkara tersebut karna dianggap tidak cukup bukti selebihnya pihak Kejati tidak melakukan upaya apapun terkait kasus ini. Sementara hukum yang ada di negara Indonesia secara tegas menyatakan bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa atau dalam tinjauan kriminologi dikenal dengan istilah (extra – ordinary – crimes).

“Sangat penting kiranya agar pihak kejati selaku penegak hukum untuk melakukan tindakan yang tegas terhadap tersangka kasus korupsi tersebut, bukan malah mengabaikan perkara yang merugikan keuangan negara,” kata Erwin.

Aksi Aliansi HMI Cabang Makassar didepan kantor Kejati Sulsel ini berlangsung selama kurang lebih 1 jam lamanya, namun tidak ada seorangpun dari pihak Kejati yang menemui para pengunjuk rasa.

Sebelum massa membubarkan diri, Erwin selaku Jenderal lapangan menegaskan bahwa sudah semestinya pihak Kejati menahan 13 tersangka untuk kepentingan penyidikan.

Mereka pun menegaskan bahwa pihaknya akan kembali melakukan aksi demonstrasi untuk ketiga kalinya yang lebih besar dengan jumlah massa yang lebih banyak di depan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. (Udi)

Komentar Anda

Channel


Berita lainnya Hukum

Populer Minggu ini

Arsip

To Top