ikut bergabung

BBM Langka, Komisi Dua DPRD Tana Toraja RDP Pengelolah SPBU

Sulsel

BBM Langka, Komisi Dua DPRD Tana Toraja RDP Pengelolah SPBU

MAKALE, UJUNGJARI.COM — Komisi dua DPRD Tana Toraja, Rabu (27/10) rapat dengar pendapat (RDP) dengan pengelola SPBU, Mendetek, Minanga, Kasimpo, dan Rambon.

Rapat tersebut dihadiri Kapolres AKBP Sarly Sollu, Dandin 1414 Letkol. Inf. Amril Hairuman Tehupelasury, Perindag, dan Satpol PP.

RDP dipimpin ketua komisi dua Semuel Pali Tandirerung, turut serta anggota komisi tiga lainnya Kendek Rante, Andre Tulak, Kristian Talebong, Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, AKP Syamsul Rijal, serta pengelola Pertashop Bera, Bittuang, Sillanan, dan Sangalla.

“Di RDP terungkap kelangkaan BBM terjadi di Tana Toraja lantaran jatah BBM SPBU dikurangi pasca dihilangkan premium bensin. Parahnya lagi sering ada order Pertalite tiga hari kemudian baru tiba distribusi,” kata Wawan pengelola SPBU Mendetek Makale.

Kendek Rante, anggota komisi tiga menuturkan, ironi sekali kelangkaan BBM sering habis di SPBU, yang menyebabkan kemacetan panjang, namun Pertamini ilegal justru melayani konsumen dengan lancar, harganya pun lebih mahal.

Mengatasi kelangkaan BBM menyengsarakan masyarakat, tim terpadu TNI, Polri, Perindag, dan Satpol PP segera sidak kesemua SPBU dan menindak pengisian jerigen, dan mobil modifikasi tangki.

Normalkan pengisian BBM di SPBU hentikan layani jerigen, dan utamakan pemakai, imbub Kendek Rante.

Dandim, Letkol. Inf. Amril Hairuman Tehupelasury, menegaskan, meskipun kelangkaan BBM secara nasional, namun TNI tetap kerja baik demi kepentingan umum.

“Kepentingan warga diutamakan sehingga hentikan modus mobil dan motor bolak balik isi BBM di SPBU,” ujarnya.

“Adanya laporan pengisian BBM di SPBU diduga dibeking aparat, awasi dan laporkan, dan memcari tau siapa oknumnya perlu kolaborasi antar instansi melakukan pengawasan,” ujar Amril Hairuman.

Kasatres Polres Tana Toraja AKP Syamaul Rijal menambahkan, SPBU adalah penjualan terakhir BBM, bukan pengecer.

“SPBU yang melanggar aturan hati- hati sebab pasti dieksekusi, dan keputusan RDP hari ini kita tindaklanjuti secara bersama, Pertamini itu ilegal,” kata Syamsul.

Sementara Kapolres AKBP Sarly Sollue menjelaskan,  keputusan pemerintah dijalankan dengan tegas, namun kita yang bertanggungjawab hendaknya
Berpikir Ihlas dan bertindak bijak.

“Jika memang ditemukan ada oknum
mengambil kekayaan ditengah kelangkaan BBM kita tindak,” pungkas Sarly.

Semuel Pali Tandirerung, ketua komisi tiga diakhir RDP menyebutkan untuk mengatasi kelangkaan BBM di Tana Toraja Pemda diminta segera menyurat ke Pertamina penambahan kuota, dan tim terpadu bertindak tegas melakukan pengawasan hingga SPBU normal melayani pengisian BBM.  (Agus)

Komentar Anda

Channel


Berita lainnya Sulsel

Populer Minggu ini

Arsip

To Top