PANGKEP, UJUNGJARI.COM — Massa dari kelompok tertentu berusaha menghadang kotak suara pada pemilihan kepala desa disalah satu desa di Pangkep. Beruntung aparat keamanan dari PAM Pilkades bertindak cepat mengatasi kepungan massa yang sudah mulai bertindak anarkis ini.

Namun peristiwa ini hanya simulasi dari PAM Pilkades yang digelar, Senin(1/11) di halaman Mapolres Pangkep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Siimulasi pengamanan (PAM) Pilkades ini disaksikan langsung Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL).

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan apel pergeseran personil PAM Pilkades.

Dalam simulasi digambarkan, pengawalan Pilkades dari kantor DPMD Pemda Pangkep menuju Kantor Desa dan pengawalan dari kantor Desa ke TPS.

Simulasi pengamanan teknis pemungutan suara di TPS mulai dari registrasi para pemilih, pemeriksaan surat keterangan vaksin hingga proses pencoblosan oleh pemilih.

Simulasi pengamanan adanya pemilih yang datang ke TPS untuk memilih namun membawa senjata tajam jenis parang. Simulasi pengamanan dan pendampingan terhadap salah satu pemilih yang tunanetra.

Simulasi pengamanan adanya warga yang melakukan protes karena tidak memiliki surat panggilan memilih sehingga terjadi aksi Unras dilakukan pengamanan Unras oleh personil Dalmas Sat Samapta Polres Pangkep.

Selanjutnya simulasi Pengawalan Kotak suara dari TPS ke kantor desa oleh KPPS namun terjadi penghadangan oleh massa yang melakukan protes dan adanya salah satu massa yang anarkis diduga selaku provokasi sehingga dilakukan tindakan kepolisian terhadap massa yang anarkis tersebut oleh Tim Tindak Polres Pangkep.

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau berharap, agar Pilkades serentak ini berjalan aman dan bebas covid-19.

Sementara itu, PAM Pilkades diterjunkan sebanyak 235 personil gabungan Polri, TNI dan Satpol PP.  (Udi)