ikut bergabung

Aniaya Wasit, Enam Pemain PS Nene Mallomo Terancam Seumur Hidup Tak Main Bola di Even Resmi

Sulsel

Aniaya Wasit, Enam Pemain PS Nene Mallomo Terancam Seumur Hidup Tak Main Bola di Even Resmi

ENREKANG,UJUNGJARI–Enam pemain klup PS Nene Mallomo asal Kabupaten Sidrap terancam diganjar hukuman seumur hidup tidak boleh berkecimpung dalam dunia persepakbolaan di Indonesia,setelah menganiaya wasit Romi Daeng Rewa yang memimpin pertandingan final Liga 3 yang mempertemukan PS Nene Mallomo Sidrap dengan Gasma Enrekang di Stadion Bumi Massenrempulu Kukku Enrekang,Jumat (24/12/2021) kemarin.

Akibat pemukulan keenam pemain itu membuat wasit megalami luka di bagian kepala (dengan 10 jahitan) dan memar di badan hingga harus dilarikan ke RSUD Massenrempulu untuk mendapat perawatan intesif.

Menaggapi hal tersebut,Seketaris Asprov PSSI Sulsel Ahmadi Djafri mengatakan dalam aturan PSSI bagi pemain yang memukul wasit hukuman seumur hidup tidak boleh berkecimpung dalam dunia persepakbolaan.Namun pihaknya belum bisa memutuskan hukuman kepada keenam pemain tersebut karena sementara dalam penyidikan kepolisian setempat.

“Sanksi dari PSSI sudah jelasmi,tetapi kita tunggu dulu hasil penyelidikan di kepolisisn sampai tuntas,”kata Ahmadi Djafri dibalik telpon genggamnya,Selasa (28/12/2021).

Ia mengatakan,pihaknya belum mengelurkan sanksi kepada ke enam pemain tersebut,karena jangan sampai masih ada selain enam orang pemain tersebut yang terlibat dalam pengeroyokan kepada sang pengadil lapangan tersebut belum terjangkau oleh pihaknya.

“Maksut untuk sementara belum mengeluarkan putusan ini semata-mata jangan sampai masih ada yang belum terjangkau kami selain enam pemain itu.Karena tidak menutup kemungkinan official juga terlibat dalam kasus tersebut,”ujarnya.

Menurutnya,ada tiga indikasi terhadap pemukulan wasit tersebut yang ia sementara selidiki,yang pertama pemain kemudian kedua klup dan ketiga official klup.

“Kalu denda klupnya sudah jelas Rp50 juta dan klupnya juga kita hukum sampai batas waktu yang ditentukan dilarang ikut pertandingan,”jelas Ahmadi Djafri.

Terpisah,Jamaluddin Penilai Wasit (PW) Nasional menjelaskan jika ada kasus pemukulan terhadap wasit dilapangan akan diberikan sanksi kepada pemain seumur hidup tidak boleh berkecimpung dalam dunia persepakbolaan dan denada uang.

“Pengalaman saya biasanya jika ada kasus seperti yang terjadi di Enrekang pemukulan terhadap wasit,pemain dilarang bermain sepak bola seumur hidu dan denda uang kemudian korban (wasit) diwajipkan melapor ke aparat penegak hukum atas laporan penganiayaan,”jelas mantan wasit Nasional ini.

Dalam kasus tersebut,pihak penyidik polres Enrekang telah menetapkan sebagai tersangka penganiayaan kepada keenam pesepak bola tersebut.Senin (27/12/2021) kemarin.

Akibatnya,keenam pesepak bola dari Kabupaten Sidrap tersebut terancam kurungan penjara 7 tahun penjara karena dinilai telah sengaja melawan hukum sesuai dengan Pasal 170 Subsider 351 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun 7 bulan penjara.

“Saat ini,keenam pesebak bola itu sudah dijadikan tersangka karena melanggar Pasal 170 Subsider 351 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun 7 bulan penjara,”ungkap Kapolres Enrekang AKBP Andi Sinjaya kepada awak media.(suka)

Komentar Anda

Channel


Berita lainnya Sulsel

Populer Minggu ini

Arsip

To Top