ikut bergabung

Sekjen PP KKT Jeneponto Dukung Pembatasan Perayaan Pergantian Tahun

Sekjen PP KKT, Abdul Rachmat Noer

Makassar

Sekjen PP KKT Jeneponto Dukung Pembatasan Perayaan Pergantian Tahun

MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Turatea (PP KKT) Jeneponto Abdul Rachmat Noer mengajak kepada warga Turatea Jeneponto dan masyarakat umum untuk tetap di rumah saat pergantian tahun 2022.

Imbauan tersebut disampaikan Rachmat menanggapi kebijakan Pemkot Makassar yang membatasi pesta pergantian tahun yang mengundang banyak kerumunan khususnya di tempat hiburan seperti hotel.

“Saya kira tahun ini, kita semua lebih baik tetap dirumah saat pergantian tahun. Tidak perlulah merayakan dengan pesta kembang api, hiburan musik atau semacamnya yang menyebabkan kerumunan,” ujarnya.

Menurut dia pesta pergantian tahun baru yang melibatkan kerumunan sangat rentan terhadap penyebaran virus Covid-19.

“Termasuk varian Omicron yang saat ini sedang menyerang daerah kita,” imbuhnya.

Karena itu ia mengajak kepada seluruh warga Turatea Jeneponto yang berdomisili di Makassar agar tetap tinggal dirumah saat pergantian tahun.

“Lebih enak kumpul bersama keluarga di rumah daripada buat acara di luar bersama orang lain karena itu berbahaya,” ungkap Rachmat.

Sekjen PP KKT Jeneponto ini juga meminta aparat Pemkot dan Kepolisian mengawal secara ketat kebijakan pembatasan pesta menyambut tahun baru 2022 yang dirayakan dengan mengumpulkan kerumunan.

Secara khusus Rachmat sangat mengapresiasi kebijakan Walikota Makassar yang membatasi perayaan menyambut tahun 2022 melalui pengetatan perayaan menyambut tahun baru.

“Saat ini kita sedang menghadapi varian Omicron Covid-19. Seharusnya semua bentuk pengumpulan massa termasuk perayaan menyambut tahun baru perlu dibatasi secara ketat,” kata Rachmat

Rachmat berharap agar pembatasan pesta perayaan pergantian tahun bukan hanya terbatas di tempat hiburan seperti hotel. Tetapi juga di tingkat kelurahan sampai ke RT RW.

“Di sini tugas aparat pemerintahan harus tegas melarang segala bentuk perayaan yang menyebabkan kerumunan. Ini berbahaya jika dibiarkan karena akan menjadi media penyebaran varian Omicron,” tegas Rachmat.

Komentar Anda

Channel


Berita lainnya Makassar

Populer Minggu ini

Arsip

To Top