ikut bergabung

Lewat Keadilan Restoratif, JPU Kejari Hentikan Penuntutan Kasus Penganiayaan di Sidrap

Berita

Lewat Keadilan Restoratif, JPU Kejari Hentikan Penuntutan Kasus Penganiayaan di Sidrap

SIDRAP, UJUNGJARI.COM –Pandangan sisi humanis atau mengedepankan nilai kemanusiaan menjadi salah satu kacamata hukum aparat Pengadil Hukum biasa menerapkan metode Restorative Justice (RJ).

Sisi kemanusiaan inipun melandasi sebuah kasus pidana dilakukan kebijakan diputuskan diluar meja hijau Pengadilan di Kabupaten Sidrap.

Adalah unsur Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidrap, terpsksa menghentikan penuntutan satu perkara melalui mekanisme Restorative Justice atau Keadilan Restoratif.

Hal itu disampaikan Kajari H.Samsul Karim melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Sidrap, Ady Haryadi Annas, SH. MH diruang kerjanya, Kamis, (06/02/2022).

Kasus yang dihentikan itu adalah perkara penganiayaan yang dilakukan tersangka inisial SU (58) dengan korban SD (37).

Keduanya merupakan tentangga di Simae, Kelurahan Dua Panua, Kecamatan Baranti.

Kejaksaan memberikan restorative justice atau keadilan restoratif berdasarkan Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restorative.

Kasus tersebut dihentikan penuntutannya karena telah memenuhi syarat berdasarkan pasal 5 antara lain tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana yang dilakukan dengan ancaman pidana dibawah 5 tahun, serta luka yang diakibatkan tidak berat. Kemudian ada kesepakan perdamaian antara kedua belah pihak bertikai.

Kasi Pidum Kejari Sidrap, Ady Haryadi Annas sebelumnya menyampaikan bahwa pemberian keadilan restoratif melalui berbagai tahapan mulai dari mempertemukan kedua belah pihak yang disaksikan oleh pihak keluarga dan tokoh masyarakat.

Dalam pertemuan itu dihadiri Jaksa Penutut Umum (JPU) Rahmat Islami SH selaku fasilitator didampingi Kasi Pidum Kejari Sidrap, Ady Haryadi Annas SH MH

“Saat itu kita jelaskan mekanisme pemberian restorative justice hingga keduanya sepakat berdamai. Kemudian kami lanjutkan dan dimintakan persetujuan kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum melalui Kejati Sulsel,” ucapnya.

Setelah itu, lanjut Ady Haryadi Annas mengatakan, pada 4 Januari 2022 dilakukan pemaparan dihadapan kedua belah pihak oleh Kajari Sidrap, Samsul Kasim didampingi tim keadilan restoratif.

Usai menyampaikan kronologi kejadian, Kejari Sidrap, Samsul Kasim SH MH berdasarkan surat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum menyebutkan bahwa perkara tersebut memenuhi kreteria untuk dihentikan penuntutannya melalui keadilan restoratif.

Sekedar diketahui, perkara tersebut berawal pada September 2021. Saat itu tersangka inisial SU (58) membakar sampah hingga asapnya menyebabkan tanaman korban inisial SD (37) mati.

Kemudian, saat itu korban menegur tersangka hingga tersinggung. Setelah tiga bulan kemudian, tepatnya November 2021 disalah satu hajatan pesta pernikahan bertemu korban.

Saat itu pula, tersangka langsung melakukan penganiayaan kepada korban dengan menggunakan potongan balok kecil hingga korban mengalami luka memar dan bengkak pada lengan dan paha kanan.

Kemudian kasus tersebut berlanjut dan masuk tahap II di Kejaksaan Negeri Sidrap hingga akhirnya penuntutannya dihentikan melalui mekanisme restorative justice atau keadilan restoratif. (Atir)

Komentar Anda

Channel


Berita lainnya Berita

Populer Minggu ini

Arsip

To Top