MAKASSAR, UJUNGJARI — Pemerintah Kota Makassar mengintensifkan vaksinasi, khususnya untuk kalangan anak sekolah usia 6-11 tahun serta lansia.
Kendati Pemkot Makassar massif melakukan sosialisasi dan edukasi pentingnya vaksinasi covid serta tidak berbahaya bagi tubuh, tetap saja ada sejumlah orang tua peserta didik yang menolak anaknya divaksin covid-19.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal vaksinasi di kalangan anak sekolah bertujuan untuk menjaga metabolisme tubuh anak saat berlangsungnya proses pembelajaran tatap muka.
Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi mengakui ada informasi beredar jika vaksinasi itu berbahaya. Informasi tersebut tentunya menimbulkan ketakutan bagi warga.
Dia pun menegaskan jika infornasi tersebut tidak benar atau hoax.
“Harus kita pahami bersama bahwa pemerintah menempuh berbagai cara untuk menjaga warganya dari paparan virus covid-19. Dengan vaksinasi ini sedikit banyaknya bisa menjadi penghalang akan virus tersebut”,jelas Fatma.
Bersama Kepala Dinas Kesehatan Makassar Nursaidah Sirajuddin, Fatma meminta agar warga khususnya orang tua siswa dapat memahami maksud dan tujuan pemberian vaksin.
“Anak-anak sekolah tatap muka, jika tidak di berikan penguatan metabolisme maka tentu akan berpengaruh saat proses belajar mengajar. Jadi mohon untuk para orang tua agar tidak mempercayai adanya kabar hoax yang di sebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin Mustakim dihubungi terpisah mengatakan hingga 24 Januari 2022, jumlah murid SD usia 6-11 tahun yang sudah divaksin covid-19 sebanyak 8.102.
Sementara target yang harus dicapai sebanyak 132 ribu. Artinya masih ada 123.898 anak yang belum divaksin.
“Kami terus memassifkan vaksinasi anak ini agar target yang ditetapkan bisa tercapai,” tandasnya. (*)

