BARRU, UJUNGJARI.COM — Kondisi  jalan Provinsi di poros Pekkae-Buludua (Soppeng) semakin rusak parah. Ironisnya jalur ini tak kunjung diperbaiki pihak Pemprov Sulsel.

Jalan ini terletak di wilayah Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja kabupaten Barru. Beruntung pemerintah kabupaten kembali turun tangan membantu membenahi jalan rusak tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnnya warga bersama Pemda Barru pernah memperbaiki jalan ini sekitar dua bulan lalu, namun kembali mengalami kerusakan akibat kondisi hujan serta genangan air.

Merasa miris menyaksikan kerusakan jalan tersebut. Bupati Barru, Suardi Saleh langsung menginstruksikan Dinas terkait untuk melakukan pembenahan jalan itu.

“Kita terus pantau ini, sebab jalur strategis penghubung antar Kabupaten dan distribusi orang, barang dan jasa, tapi baru sempat lagi membenahi, sebab menunggu musim hujan mereda,” ujar Suardi.

Meski Suardi  sedang melakukan perjalanan luar daerah, namun tetap memantau kondisi jalan ini.

Bupati dua periode ini menyatakan jika pembenahan yang dilakukan pihak Pemkab Barru, hanyalah penanganan darurat sebagai respon terhadap publik, dan sedianya menunggu untuk pembangunan jalan permanen yang dalam proses finishing tender dan tidak lama lagi dikerjakan pihak Pemprov Sulsel.

Kepala Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang (PUPR)  Kabupaten Barru  Baharuddin kembali memimpin proses pembenahan jalan berlubang di jalan Poros di dusun Ele, Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Kamis (24/3).

Langkah yang dilakukan Dinas PUPR Barru dengan melakukan Proses pengeringan Air yang tergenang, dengan cara mengompa air menggunakan alat sedot dari kelompok tani dusun Ele.

Pembenahan ini dilakukan akibat banyaknya pengendara roda dua yang terjatuh saat melintas di jalan poros Pekkae-Soppeng.

“Sebagai wujud perhatian kepada masyarakat. Pemerintah kabupaten Barru  melalu Dinas PUPR Barru, membantu pemerintah Provinsi membenahi jalan berlubang di sepanjang jalan Poros Pekkae-Soppeng dengan tujuan agar para pengendara yang melintas merasa nyaman dan tidak terjadi kecelakaan,” ucap Baharuddin.

Langkah Dinas PUPR Karena kepentingan masyarakat yang paling utama, terkhusus pengguna jalan karena ini sudah tidak bisa dilewati mobil kecil apalagi kendaraan roda dua.

“Tidak hanya menambal jalan berlubang dengan menggunakan sertu (timbunan) tetapi kami juga menurunkan alat berat jenis bomag, untuk meratakan jalan,” tandasnya.

Warga disekitar jalan rusak menyambut gembira langkah pembenahan jalan rusak ini.

“Alhamdulillah, kami masyarakat sangat bersyukur dengan adanya perbaikan jalan, karena kasihan sudah banyak orang terjatuh,” ujar H. Ibrahim yang rumahnya berhadapan dengan jalan rusak itu.  (Udi)