MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Musyawarah kota (Muskot) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Pengkot Makassar akan digelar pada 7 Juli 2022 di Hotel Arthama, Makassar.

Muskot kali ini, akan diiktui 11 klub yang memiliki hak suara sah. 11 klub ini  menjadi peserta Muskot dan berhak memilih, serta mengajukan dukungannya ke salah satu bakal calon ketua. Sementara beberapa klub
lainnya hadir sebagai peninjau Muskot.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya, dari hasil verifikasi dan validasi PBSI, dari 40 klub yang terdaftar di SI PBSI hanya 11 klub yang memiliki hak suara sah. Selebihnya hanya sebagai peninjau di Muskot,” kata ketua tim penjaringan bakal calon ketua umum PBSI Makassar periode 2022-2026, Djamaluddin.

“Jadi yang punya hak suara di Muskot nanti, hanya 11 klub. Klub-klub yang lainnya hanya sebagai peninjau. Syarat dan ketentuan peserta Muskot dan bakal calon ketua umum PBSI itu berdasarkan peraturan organisasi dan AD/ART PBSI. Saya kira sangat jelas aturannya di PO,” ujar Djamaluddin.

Ia menambahkan, klub-klub yang sudah menyetor surat dukungannya (Balon ketua umum PBSI Makassar) ke tim penjaringan, tidak diperbolehkan lagi membatalkan atau menarik kembali surat dukungannya.

Sementara itu, informasi dari beberapa klub menyebutkan bahwa, dari 11 klub yang memiliki hak suara, hampir semua mendukung H. Hariyanto kembali “Oppo” memimpin PBSI kota Makassar periode 2022-2026.

“Kalau saya amati, dari 11 klub pemilik suara sah itu, 10 yang mendukung incumbent Haji Hariyanto,” kata salah satu pemilik klub yang tak ingin nama klubnya disebutkan.

“Tabe ini hanya bocoranji, tidak usah saya sebut nama klub. Yang pasti teman-teman 10 klub pemilik suarah sah itu mendukung Pak Haji (H Hariyanto),” ujarnya.

“Kan sesuai aturan, syarat untuk maju bakal calon ketua umum harus mendapat minimal empat dukungan klub pemilik suara sah. Kalau memang 10 klub itu sudah bulat mendukung Pak Haji, tentu beliau sendiri yang layak maju, dan terpilih aklamasi,” ketusnya.

Tentu, kata dia, klub yang mendukung H Hariyanto bukan tanpa alasan. Mereka itu hanya berharap dan menginginkan PBSI Makassar bisa lebih baik dan berkembang. (drw)