GOWA, UJUNGJARI.COM — Rumah Sakit Regional Wilayah Selatan Provinsi Sulawesi Selatan kini hadir di Kota Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. RS Regional yang alan menjadi pusat rujukan di wilayah bagian timur Gowa ini diproyeksikan menjadi simpul baru layanan kesehatan bagi masyarakat Gowa serta daerah perbatasan.
Pada Kamis (30/7) lalu, Gubernur Sulsel bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Sekretaris Komisi E DPRD Sulsel dr Fadli Ananda, unsur Forkopimda Sulsel dan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Forkopimda Kabupaten Gowa.(P Bupati Gowa Husniah Talenrang dan pejabat tinggi lainnya melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit tersebut yang berlokasi di jantung kota Malino.
Kehadiran RS Regional ini akan menjawab persoalan jarak dan waktu tempuh yang selama ini menjadi salah satu tantangan masyarakat wilayah selatan dalam mengakses layanan kesehatan rujukan.
Bupati Gowa Husniah Talenrang mengatakan pembangunan RS Regional merupakan bagian dari agenda pemerataan pembangunan yang harus dirasakan langsung masyarakat.
“Kita ingin pembangunan kesehatan di Gowa bergerak dari sekadar menyediakan fasilitas menjadi upaya memastikan setiap warga memiliki akses yang setara terhadap layanan kesehatan. Rumah sakit ini adalah bagian dari komitmen kita untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat yang selama ini menghadapi persoalan jarak dan waktu ketika membutuhkan rujukan,” kata Husniah Talenrang.
Rumah sakit tipe C ini dibangun di atas lahan sekitar 21.000 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 9.907 meter persegi. Kapasitas awal yang disiapkan sebanyak 100 tempat tidur, dengan fasilitas IGD, layanan kesehatan ibu dan anak, spesialis dasar, rawat inap, ICU/HCU, ruang operasi, ruang bersalin serta fasilitas penunjang medis.
Wilayah layanan diproyeksikan mencakup tujuh kecamatan dataran tinggi di Gowa, serta masyarakat dari wilayah perbatasan Sinjai dan Bulukumba. Dengan posisi tersebut, rumah sakit ini diarahkan menjadi bagian penting dari jejaring rujukan wilayah selatan Sulawesi Selatan.
“Pembangunan ini juga menempatkan Gowa dalam posisi strategis sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan regional. Kita ingin masyarakat Gowa mendapatkan layanan lebih cepat, sementara masyarakat dari wilayah sekitar juga memiliki pilihan rujukan yang lebih dekat,” terang bupati.
Proyek senilai Rp161 miliar ini dikerjakan dengan skema design and build dan ditargetkan selesai pada Agustus 2027. Talenrang menegaskan keberhasilan pembangunan akan diukur dari dampaknya terhadap masyarakat.
“Ketika rumah sakit ini beroperasi, ukurannya harus jelas. Waktu rujukan pasien harus lebih singkat, akses layanan spesialistik semakin dekat dan rujukan kasus nontersier ke Makassar semakin berkurang,” kata bupati.
Di kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan penempatan rumah sakit regional di Gowa merupakan bagian dari strategi pemerataan layanan kesehatan antarkawasan.
Gowa dipilih karena memiliki populasi besar sekaligus menjadi wilayah yang dapat menjangkau masyarakat di kawasan selatan dan daerah perbatasan.
“Kita membangun rumah sakit ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang aksesnya masih terbatas. Ada persoalan jarak dan transportasi medis dari kawasan pegunungan, sementara angka kematian ibu dan anak masih menjadi perhatian. Karena itu, fasilitas kesehatan harus hadir lebih dekat dengan masyarakat,” kata gubernur.
Menurutnya, rumah sakit regional tersebut juga dirancang mendukung aktivitas pariwisata Malino melalui layanan kegawatdaruratan serta konsultasi kesehatan bagi wisatawan. Andi Sudirman menegaskan pemerintah akan memastikan kebutuhan tenaga kesehatan dipenuhi seiring kesiapan operasional rumah sakit.
“Yang kita bangun bukan sekadar gedung. Kita harus memastikan tenaga kesehatan, peralatan dan sistem pelayanannya siap sehingga ketika rumah sakit ini beroperasi, masyarakat langsung mendapatkan layanan yang berkualitas,” tandasnya. –

