BARRU, UJUNGJARI.COM — Tim Penggerak PKK Kabupaten Barru terus berupaya menurunkan angka stunting.

Untuk mewujudkan hal ini, PKK Kabupaten Barru melaunching program Ayo Makan Telur sebagai upaya untuk menurunkan angka stunting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Launching Ayo Makan Telur yang digagas Ketua TP PKK Kabupaten Barru drg Hj Hasnah Syam, MARS juga dihadiri  Bupati Barru Suardi Saleh di Lantai 6 Mall Pelayanan Publik( MPP) Pemkab Barru, Kamis (14/7).

Ketua TP PKK Kabupaten Barru drg. Hj. Hasnah Syam MARS, mengatakan inovasi yang akan kita launching pada hari ini, adalah didasari semata mata karena keinginan dan harapan kami agar bagaimana kiranya dapat membantu upaya upaya nyata pemerintah kabupaten Barru, dalam program percepatan penurunan stunting.

Bu dokter begitu sapaan Hj Hasnah Syam mengatakan, Keinginan itu hadir karena selama ini kami TP PKK selalu menempatkan diri selaku mitra terbaik dan mitra terdekat pemerintah, dalam mensukseskan segala program-program pembangunannya, terutama yang berkaitan dengan sasaran keluarga, ibu dan anak, mulai dari tingkat kabupaten, tingkat kecamatan dan tingkat kelurahan atau desa.

“Kami berharap,Mudah- mudahan bapak Bupati selaku perwakilan  pemerintah kabupaten Barru beserta segenap jajaran dapat juga melihat dan menilai ini sebagai suatu kontribusi nyata dari kami TP PKK yang mau melihat kabupaten Barru semakin maju dan berdaya saing tinggi baik ditingkat provinsi maupun ditingkat nasional bahkan di kancah internasional,” terang Hasnah Syam yang juga adalah anggota Komisi IX DPR RI.

Sementara itu, Bupati Barru Suardi Saleh,   mengatakan  Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Hal ini disampaikan Bupati Barru saat memberikan sambutan pada acara launching Inovasi Gerakan Ayo Makan Telur.

Dikatakan Bupati, Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunting, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif.

“Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting dengan bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global,” kata Suardi.

Suardi menambahkan bahwa, sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 menyebutkan, mengonsumsi telur satu kali sehari dapat meningkatkan tinggi badan anak-anak.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, terkait dengan hal tersebut maka Pemerintah berkomitmen untuk mendorong masyarakat meningkatkan konsumsi telur mengingat Telur merupakan salah satu solusi untuk persoalan kebutuhan gizi yang dapat mencegah stunting.

Apalagi katanya lagi, Telur memang bukan hanya mudah diperoleh dan mudah diolah, tapi termasuk bahan makanan yang kaya akan nutrisi. Telur bahkan layak diklasifikasikan sebagai makanan super karena kandungan zat gizinya.

“Melalui Gerakan Ayo Makan Telur, diharapkan nantinya semua orang tua menyiapkan menu setiap harinya untuk balita terdapat satu butir telur, guna menambah protein dalam makanan balita,” pungkasnya.  (Udi)