MAROS, UJUNGJARI.COM — Anggota Komisi III DPRD Maros Amril ikut berorasi dalam aksi unjukrasa penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang digelar para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI).
Dalam orasinya, politisi Partai Amana Nasional (PAN) ini meminta Presiden Joko Widodo membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM. Amril meneriakkan, kenaikan harga BBM berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi masyarakat kecil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mau tak mau semua kebutuhan pokok pasti bergerak naik dan otomatis sangat berpengaruh terhadap masyarakat kecil. Pemerintah wajib tahu bahwa bagaimana susahnya hidup sebagai keluarga miskin yang harus menghadapi kenaikan BBM. Dampaknya besar. Harga kebutuhan pokok juga naik hingga masyarakat miskin makin melarat,” teriak Amri di atas mobil yang ditumpangi mahasiswa, Rabu (7/9/2022) siang.
Sebagai anggota dewan, kata Amril, dirinya merasakan kesulitan warga dalam meningkatkan kesejahteraanya.
“Dengan segala hormat, kami atas nama DPRD Maros meminta Presiden Jokowi mencabut kenaikan harga BBM,” lontar Amril nada tinggi.
Kontraktor ini pun meminta para mahasiswa untuk berjuang demi kepentingan masyarakat banyak.
“Saya dukung perjuangan kalian. Perjuanganmu tidak akan sia sia, kami semua doakan semoga perjuangan kalian bernilai ibadah bagi Allah subhanahu wataala, ” kata Amril memotivasi.
Usai ber orasi legislator PAN ini mengajak para mahasiswa masuk ke ruang aspirasi DPRD untuk berdialog terkait kenaikan BBM.”Suara kalian adalah suara kami, ” tandas Amril lagi.
Amril menegaskan, pada HUT RI ke 77 tahun ini mengusung ‘Indonesia Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat’. Menurut Amril, tema itu tidak cocok dipakai karena kenaikan BBM tidak akan membuat rakyat bangkit lebih kuat, yang ada hanya makin terpuruk.
“Indonesia mungkin pulih dari penyakit, tapi bangkit ekonominya cuma tinggal cerita. Indonesia gagal maju,” tandas Amril. –

