MAKASSAR,UJUNGJARI.COM -Jika ingin melarikan diri dari panasnya Kota Makassar, Malino adalah tempat yang cocok. Area pegunungan yang berlokasi di Kabupaten Gowa ini adem, cocok untuk beristirahat, atau menyegarkan mata dengan pemandangan yang hijau.
Apalagi, jaraknya yang tidak jauh, hanya berkisar dua jam dari Kota Makassar, yang bisa ditempuh dengan lancar baik denganmenggunakan roda dua maupun roda empat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menghabiskan waktu liburan di kawasan pegunungan Malino kini makin menyenangkan dengan hadirnya aneka pilihan tempat menginap. Berbagai jenis villa, mulai modern,bergaya Eropa, hingga rumah kayu, banyak ditawarkan.
Salah satunya adalah Villa Malino, yang berisikan tiga unit villa milik Isma Aziz Riu yang menawarkan kenyamanan, keasrian, dan suasana khas pedesaan.
Villa yang ditawarkan terdiri dari Balla na Shafa, Villa Sasi, dan Villa Buncit.
Ketiga villa ini berlokasi strategis, hanya sekitar lima menit dari pusat kota Malino, sehingga memudahkan tamu untuk menjangkau berbagai fasilitas umum dan tempat wisata.
“Letaknya dekat dari kota Malino, halaman luas, bisa parkir banyak mobil, dan yang paling disukai tamu itu suasana alamnya karena dikelilingi sawah. Anak-anak juga bisa main di area permainan dan halaman yang bisa dipakai camping,” ungkap Isma Aziz Riu saat diwawancarai, Selasa (3/6/2025).
Villa Buncit menjadi favorit bagi keluarga kecil berjumlah tiga hingga lima orang.
Bangunan villa ini terbuat dari kayu dan memiliki mezzanine di dalamnya, menciptakan suasana hangat dan homey yang banyak disukai tamu.
Menurut Isma, Villa Buncit memang dirancang khusus bagi tamu yang ingin menikmati waktu tenang bersama keluarga kecil mereka di tempat yang nyaman dan alami.
“Villa Buncit ini memang cocok buat keluarga kecil. Terbuat dari kayu, ada mezzanine-nya juga. DI atas mezzaine ada kasur. Tamu biasanya suka karena suasananya hangat dan unik,” ucapnya.
Sementara itu, Balla na Shafa dan Villa Sasi diperuntukkan bagi tamu dalam jumlah besar, dengan kapasitas hingga 25 hingga 30 orang.
Kedua villa ini sangat cocok untuk rombongan, acara keluarga besar, hingga gathering komunitas.
Villa Sasi memiliki arsitektur dari batu yang memberi kesan kuat dan megah seperti benteng, sedangkan Balla na Shafa merupakan rumah kayu yang menampilkan nuansa hangat dan tradisional khas pegunungan.
“Kalau Balla na Shafa dan Villa Sasi bisa muat 25 sampai 30 orang, cocok untuk family gathering atau group. Balla na Shafa bentuknya rumah kayu, sedangkan Villa Sasi dibangun dari batu, bentuknya seperti benteng,” tutur Isma.
Selain kenyamanan dalam ruangan, seluruh villa ini juga memiliki halaman yang luas. Halaman tersebut tidak hanya digunakan untuk parkir kendaraan, tetapi juga menjadi tempat bermain anak-anak dan area berkemah. Beberapa tamu bahkan memanfaatkan halaman tersebut untuk mendirikan tenda dan membuat suasana liburan semakin seru.
“Kalau ada yang mau camping, halaman kami bisa dipakai juga. Banyak tamu yang menginap di rumah, lalu anak-anaknya pasang tenda di halaman untuk pengalaman baru,” tambahnya.
Lokasi ketiga penginapan ini berada di dekat Air Terjun Takapala.
Pada hari biasa, yakni Senin hingga Kamis, harga sewa per malam untuk Balla na Shafa adalah Rp1.700.000, sementara Villa Sasi disewakan seharga Rp1.500.000, dan Villa Buncit Rp400.000.
Pada akhir pekan, Jumat hingga Minggu, termasuk hari libur nasional dan tanggal merah, tarif Balla na Shafa naik menjadi Rp1.850.000 per malam, Villa Sasi menjadi Rp1.700.000, dan Villa Buncit Rp450.000.
“Pembayaran harus dilunasi sebelum check-in. Pemesanan bisa dilakukan melalui Instagram kami di @villamalino atau langsung lewat WhatsApp,” jelas Isma.
Air Terjun Takapala sendirimerupakan salah satu wisata utama Malino, yang sudah melagenda. Berada di Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Dilansir jadesta.kemenparekraf.go.id, air terjun Takapala ini mengalir dari ketinggian mencapai 109 meter dengan latar belakang bebatuan berlapis tipis lumut hijau dan tanaman rambat keci.
Air terjun dengan area kolam yang jernih cocok untuk pengunjung turun bermain-main agar merasakan kesegarannya.
Berbagai fasilitas siap menunjang berbagai keperluan para pengunjung seperti area parkir, toilet, gazebo, warung makan, mushollah dan berbagai penginapan di sekitar lokasi wisata. Air Terjun Takapala memiliki arti yang unik. Takapala berasal dari bahasa daerah Makassar yang terdiri dari dua suku kata yaitu “Taka (Tempat” dan Pala (Meminta)”.
Jadi Takapala memiliki arti tempat meminta, masyarakat sekitar meyakini dengan mandi sambil memohon sesuatu berupa doa maka akan terkabul misalnya meminta jodoh dan lain sebagainya.
Keunikan lainnya yang didapatkan saat berkunjung ke Air Terjun Takapala pada pukul 10.00 – 11.00 pagi, wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan pelangi yang mengelilingi Air Terjun. (ina maharani)

