GOWA, UJUNGJARI.COM — Banyak orang kurang paham tentang membaca nyaring dan membaca keras. Nyaring dan deras itu adalah dua diksi yang hampir sama tapi beda. Karena itu masyarakat perlu tahu, apa perbedaannya.
Hal ini dijelaskan Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusarsip) Kabupaten Gowa Mustamin Raga saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Membaca Nyaring yang diselenggarakan Disperpusarsip Gowa di aula gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Gowa di Jl Mesjid Raya, Sungguminasa, pada Rabu (11/6) pagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dihadapan para peserta bimtek yang terdiri dari kalangan guru, pegiat literasi/pustakawan dan orangtua siswa, Mustamin Raga menjelaskan tentang membaca nyaring yang benar. Dikatakannya, nyaring dan deras itu adalah dua diksi yang hampir sama tapi beda makna.
Nyaring itu adalah membaca dengan jelas sehingga yang mendengarkan bisa jelas dan paham. Jadi membaca nyaring bukan membaca untuk diri sendiri. Bukan juga membaca dengan suara lantang dan keras, tapi nyaring disini diartikan sebagai penyampaian kata dengan membaca disertai artikulasi yang jelas dan penggunaan tanda baca dengan benar.
“Tujuan membaca nyaring adalah membacakan teks kemudian orang lain yang mendengarkan agar orang bisa mendengar dengan jelas dan paham. Jadi membaca nyaring disini ada ketentuan yang perlu diperhatikan yakni artikulasi (ucapan), tanda baca dan lainnya, ” kata Mustamin mewakili Kadis Perpusarsip Gowa Suhriati.
Mustamin menjelaskan, pelaksanaan bimtek membaca nyaring bagi guru, orangtua dan pegiat literasi/pustakawan merupakan salah satu program kegiatan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam menumbuhkan budaya baca di Kabupaten Gowa yang sejalan dengan UU Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa menumbuhkan budaya gemar membaca melalui pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan.

Disebutkannya, berdasarkan hasil kajian yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2024 menyatakan bahwa tingkat kegemaran membaca di Kabupaten Gowa masuk dalam kategori tertinggi kedua di Sulsel dengan skor 90,79.
“Ini membuktikan bahwa masyarakat Kabupaten Gowa telah memiliki kesadaran bahwa pentingnya berliterasi dalam berinteraksi. Olehnya itu untuk lebih meningkatkan kegemaran masyarakat Kabupaten Gowa maka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gowa melaksanakan kegiatan bimtek membaca nyaring ini bagi guru, orangtua siswa dan pustakawan atau pegiat literasi, ” jelas Mustamin.
Sebelumnya, Kabid Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Perpustakaan Disperpusarsip Gowa Aswar Said selaku pelaksana menjelaskan peserta bimbingan teknis membaca nyaring diikuti oleh 150 orang peserta terdiri dari unsur guru sebanyak 50 orang, pustakawan atau pegiat literasi 50 orang dan orangtua siswa sebanyak 50 orang. Bimtek ini berlangsung tiga hari dimulai pada 11-13 Juni 2025.
“Tujuan kegiatan bimtek membaca nyaring ini adalah menumbuhkan semangat berkarya dalam bidang literasi, menyediakan ruang ekspresi dan apresiasi serta mendorong keterlibatan orangtua, guru dan masyarakat dalam budaya literasi. Kegiatan bimtek ini dilaksanakan dengan menggunakan anggaran DAK Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tahun anggaran 2025 sebesar Rp93.144.000, ” jelas Aswar.
Bimtek ini kata Aswar digelar tiga sesi, sesi pertama peserta dihadirkan dari kalangan guru, sesi kedua atau hari kedua dari kalangan pegiat literasi atau pustakawan dan hari ketiga dari kalangan orangtua siswa.
“Kenapa kita libatkan orangtua siswa dalam bimtek ini? Harapannya agar orangtua bisa berkomunikasi dengan baik dengan anak-anaknya di rumah. Hal sama dengan guru-guru diharapkan dapat berkomunikasi dan berinteraksi aktif saat berhadapan dengan para siswanya di ruang kelas atau di lingkungan sekolah. Berikut juga para pegiat literasi atau pustakawan diharapkan mampu mentransfer ilmu membaca nyaring di kalangan masyarakat agar masyarakat bisa melakukan komunikasi yang baik antar sesama masyarakat, ” papar Aswar.
Dalam bimtek ini para peserta dipandu tiga pemateri masing-masing Ahmad Ilham dari Widya Iswara BPSDM Sulsel dengan judul materi Dasar Membaca Nyaring, Nisfu berasal dari Fungsional Madya Dinas Perpustakaan Sulsel dengan materi Teknik Membaca Nyaring dan pemateri ketiga Kory Batara T juga Fungsional Madya Dinas Perpustakaan Sulsel dengan materi Membacakan Nyaring (Read Aloud). –

