GOWA, UJUNGJARI.COM — Pemerintah Kabupaten Gowa membuka ruang konsultasi publik tentang Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) Kabupaten Gowa.
Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin dengan menggandeng tenaga ahli Unhas di Baruga Pattingalloang kantor Bupati Gowa pada Selasa (24/6).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikatakan Wabup Darmawangsyah Muin, konsultasi publik ini merupakan tahap awal dalam penyusunan dokumen RP3KP yang merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Gowa dan tenaga ahli dari Center of Technology Universitas Hasanuddin (Unhas).
Dokumen RP3KP ini diharapkan mampu menjadi dasar pijakan dalam menjawab tantangan serta menangkap potensi investasi di sektor perumahan dan permukiman di Gowa dalam jangka panjang.
Wabup Gowa yang lebih akrab disapa dengan sebutan DM ini, mengatakan dokumen ini akan menjadi landasan strategis dalam pembangunan perumahan dan kawasan permukiman yang berkelanjutan di Kabupaten Gowa.
“Perumahan dan permukiman bukan sekadar kebutuhan tempat tinggal tapi bagian dari kebutuhan dasar manusia yang berperan penting dalam keberlangsungan sosial, ekonomi dan lingkungan, terutama bagi Kabupaten Gowa sebagai daerah penyangga. Sebagai daerah penyangga, maka keberadaan perumahan dan permukiman membantu menyeimbangkan kebutuhan sosial, ekonomi dan lingkungan di Gowa. Namun, saat ini kita menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan lahan, kepadatan penduduk, kawasan kumuh, hingga minimnya akses infrastruktur pendukung,” kata DM.
Karena itu menurut DM, proses konsultasi publik ini dapat berjalan selaras dengan penyusunan rencana tata ruang wilayah yang juga tengah berlangsung.
“Saya minta seluruh pimpinan SKPD (Satuan Kinerja Perangkat Daerah) memberikan dukungan penuh terhadap proses penyusunan dokumen RP3KP ini, baik dalam bentuk data, masukan maupun arahan strategis. Kita ingin memastikan bahwa konsultasi ini menjadi wadah partisipatif untuk menyerap aspirasi masyarakat serta menghasilkan dokumen perencanaan yang berpihak pada kebutuhan warga Gowa,” kata DM.
DM pun menyebutkan pentingnya perencanaan yang matang terkait fasilitas pendukung perumahan, khususnya pengelolaan sampah.
Wabup Gowa mengakui jika sampai saat ini masih banyak warga perumahan yang kesulitan membuang sampah karena minimnya fasilitas penunjang.
“Dalam pengembangan perumahan itu harus mempertimbangkan kelengkapan fasilitas umum dan sosial, termasuk sistem pengelolaan sampah. Ini harus menjadi perhatian serius agar pembangunan tidak hanya fisik tapi juga menjawab kebutuhan dasar warga,” tandas Wabup Gowa.
Disebutkannya bahwa konsultasi publik ini bertujuan untuk menjaring aspirasi masyarakat dan pemangku kepentingan terkait arah pembangunan permukiman di Gowa.
Wabup mengatakan, Center of Technology Unhas telah bekerja selama empat bulan, termasuk melakukan survei ke sejumlah kecamatan di Gowa. Saat ini telah memasuki tahap analisis. Hasil dari proses ini akan menjadi dokumen strategis pemerintah daerah serta menjadi acuan dalam program kerja Bupati dan Wakil Bupati Gowa. –

