MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Puluhan warga Bira, Kelurahan Tamalanrea Kota Makassar akan menemui Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Selasa (19/8/2025) pekan depan.

Mereka ingin mengadukan keluh kesah mereka terkait rencana pembangunan PSEL di sekitar tempat tinggal mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah mengajukan permohonan audiens. Semoga Pak Wali bisa menerima kami,” ungkap Haji Akbar Adhy, salah seorang warga Mula Baru.

Dia mengatakan, jika ada sekitar 50 orang warga yang bersedia hadir di Balaikota untuk mengawal penolakan lokasi PSEL itu di wilayah mereka.

Haji Akbar mengatakan, warga sangat menyayangkan karena rencana pembangunan proyek
Pengolahan Sampah menjadi
Energi Listrik (PSEL) berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di sekitar pemukiman mereka di Mula Baru, Tamalalang, Klaster Alamanda dan Klaster Akasia
sangat tidak transparan.

“Dimana proses awal
perusahaan ini menentukan lokasi sangatlah tidak transparan. Tidak mempertimbangkan
keselamatan warga, maka kami. Karena itu, kami masyarakat
Mula Baru, Tamalalang, Klaster
Alamanda dan Klaster Akasia, bermaksud untuk menemui Wali Kota kami Bapak
Munafri Arifuddin, untuk menyampaikan penolakan kami secara langsung
selaku warga Kota yang memperjuangkan hak,” tegas Akbar.

Lebih jauh ditekankan, penolakan lokasi PSEL itu bertujuan untuk menyelamatkan lingkungan serta kehidupan mereka ke depan yang bebas polusi.

“Ini demi hak atas lingkungan yang bersih dan sehat, serta untuk anak cucu kami.
Kami sangat berharap Bapak Wali Kota bisa memberi perhatian dan peduli terhadap kami, kami ingin berbicara secara langsung dengan
Pak Wali,” tandas H Akbar.

Sebelumnya, ratusan warga Bira dari empat lokasi pemukiman yakni Mula Baru, Tamalalang, Klaster Alamanda dan Klaster Akasia melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Kota Makassar, Jalan AP Pettarani.

Mereka menuntut agar lokasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bisa dipindahkan karena kehadirannya sangat meresahkan warga.

Para pendemo juga mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dipimpin Ketua Komisi C DPRD Makassar Azwar.

Aksi demonstrasi tidak hanya diikuti oleh warga, juga sejumlah peserta didik dari SMAN 6 Makassar yang mengkhawatirkan kehadiran PSEL akan mengganggu aktifitas belajar mengajar mereka. (rhm)