MAKASSAR, UJUNGJARI.COM– Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat desa, Tim PPK Ormawa HIMAKAHA Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan pelatihan bertema “Pembuatan Alat, Pakan Silase, dan Kompos” di Desa Pattiro Deceng, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros pada 23 Juli 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan praktis kepada peternak binaan sebagai upaya mendorong transformasi pengelolaan peternakan menjadi lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui pelatihan tersebut, para peternak diperkenalkan pada teknik pengolahan pakan alternatif berupa silase, yang dapat difungsikan sebagai cadangan saat hijauan sulit diperoleh.

Selain itu, pelatihan juga mencakup proses pembuatan kompos organik dari limbah ternak yang sering kali hanya terbuang percuma.

Proses pelatihan dilakukan secara langsung melalui praktik lapangan dengan alat-alat sederhana yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
drh. Muh Ardiansyah Nurdin, dosen pendamping dari FK Unhas, mengungkapkan pentingnya kegiatan ini dalam mendorong keberlanjutan sektor peternakan desa.

“Kegiatan ini memberikan solusi konkret, khususnya dalam menghadapi musim kering dan persoalan limbah ternak. Melalui pelatihan seperti ini, saya percaya masyarakat akan lebih siap menghadapi tantangan sektor pertanian dan peternakan secara mandiri,” tuturnya.

Ketua Tim PPK Ormawa HIMAKAHA FK Unhas, M. Abid Nabil, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya menekankan pada aspek teknis, tetapi juga pada keberlanjutan program dan pendampingan lanjutan.

“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti di hari pelatihan saja. Peternak yang sudah mengikuti pelatihan diharapkan bisa menularkan ilmunya kepada peternak lain di sekitar mereka,” jelas Abid.

Ahmad Rayhana selaku Ketua HIMAKAHA FK Unhas menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini dan menyebut bahwa kegiatan ini sejalan dengan semangat kolaboratif organisasi mahasiswa dalam membangun desa.

“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa juga punya peran penting dalam pemberdayaan masyarakat. Pelatihan ini jadi bukti bahwa kontribusi mahasiswa bisa menjangkau langsung ke masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Melalui pelatihan ini, harapannya para peternak dapat semakin adaptif dalam memanfaatkan sumber daya lokal, khususnya dalam pengelolaan pakan dan limbah.

Kegiatan ini juga menjadi langkah awal menuju transformasi peternakan desa yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memperhatikan aspek efisiensi, keberlanjutan lingkungan, dan ketahanan pangan lokal.