GOWA, UJUNGJARI.COM — Aksi demo yang terjadi sekira pukul 13.51 Wita di depan gedung DPRD Kabupaten Gowa di Jl Mesjid Raya, Sungguminasa pada Senin (1/9) berlangsung tertib dan damai.
Demo juga tidak lama, para aliansi pemuda dan mahasiswa menyampaikan aspirasi hingga pukul 15.00 Wita lalu bubar meninggalkan jalan raya depan gedung wakil rakyat tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para pengunjukrasa bubar setelah menerima penjelasan dari para wakil rakyat DPRD Gowa yakni Wakil Ketua DPRD Gowa Tyna Haji Tino (legislator Partai Nasdem), Muh Kasim Sila (legislator PAN) dan Abdul Razak (legislator Partai Gerindra).
Sebelumnya, gerakan pemuda dan mahasiswa Gowa ini menyampaikan aspirasi terkait kisruh kenaikan gaji anggota DPR, yang kemudian merambat pada ungkapan kalimat ‘miring’ Ahmad Sahroni, Eko Patrio dan Uya Kuya serta Nafa Urbach sehingga memancing kisruh yang berakhir pembakaran gedung DPRD baik di pusat, provinsi hingga kabupaten kota, termasuk di kota Makassar.

Bias kisruh nasional ini pun merembes ke daerah termasuk ke Gowa. Informasi demo telah bergulir dari berbagai aliansi pemuda dan mahasiswa sejak Sabtu pekan kemarin, namun aksi demo ini baru terlaksana Senin siang.
Berkat kolaborasi pengamanan yang dilakukan Pemkab Gowa, Polres dan Kodim 1409 Gowa, aksi demo di Gowa jauh dari anarkisme. Pengunjuk rasa datang tertib, pulang juga tertib. Dalam barisan pengunjuk rasa tersebut, satu diantaranya membawa bendera One Peace berlogo tengkorak kepala.
Bupati Gowa Husniah Talenrang mengatakan, beberapa hari terakhir terjadi dinamika di tengah masyarakat. Ada duka dan harapan yang ingin disampaikan.
“Kami mengerti dan Kami hadir untuk mendengarkan. Mari sampaikan aspirasi dengan cara yang damai dan bermartabat. Jangan biarkan perpecahan merusak lersaudaraan yang telah kita bangun sejak lama. Jangan mudah terpancing isu dan kabar bohong. Mari kita saling jaga demi kelangsungan kedamaian di tanah bersejarah ini. Dari gowa kita kembalikan senyuman Indonesia. Pastikan daerah kita tetap menjadi tempat yang aman dan damai untuk anak-anak kita. Tunjukkan bahwa kita selalu memegang teguh prinsip Mannamo Ronrong Lino, Gesara’ Butta Maraeng Tau Goawayya Siama’ ama Tongji, Abbulo Sibatang Accera’ Sitongka-tongka..Gowa aman kita nyaman, Gowa bersatu, Gowa maju, ” ungkap Husniah.
Kalimat pemersatu ini pun disebarkan Bupati Gowa ke seluruh grup-grup WhatsApp serta medsos. Upaya inipun berdampak positif.
Sementara itu, situasi sebelum demo, Kapolres Gowa AKBP Muh Aldy Sulaiman dan Dandim 1409 Gowa Letkol Inf Heri Kuswanto sudah standby di depan gedung DPRD dan melakukan silaturahmi dengan masyarakat yang sudah mulai memenuhi halaman kantor DPRD Gowa. Masyarakat diberi pengarahan agar tidak melakukan giat yang bisa memancing kisruh saat pengunjuk rasa datang.
Hingga akhirnya pengunjuk rasa dari Jelajah Jarak dan aliansi pemuda lainnya, kondisi tetap baik. Personel Polres, Kodim 1409 juga Satpol PP melakukan pengawasan dan pengamanan ketat.
Kapolres Gowa AKBP Muh Aldy Sulaiman menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen untuk memberikan rasa aman, sekaligus menjaga agar aspirasi yang disampaikan tetap berada dalam koridor hukum.
“Kami pastikan pengamanan dilakukan secara humanis, memberi ruang bagi masyarakat menyampaikan aspirasi, namun tetap mengedepankan ketertiban serta keamanan bersama,” kata Kapolres Gowa.
Selama aksi berlangsung, situasi terpantau kondusif tanpa adanya gangguan keamanan yang berarti. Polres Gowa tetap bersiaga hingga kegiatan selesai untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sehari sebelumnya, yakni pada Minggu (31/8) Pemerintah Kabupaten Gowa menggelar tausiyah, zikir dan doa bersama di Masjid Agung Syekh Yusuf dihadiri ratusan masyarakat juga para driver ojek online.
Dihadapan jamaah zikir dan doa, Bupati Husniah mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk keprihatinan dan ikhtiar spiritual dalam menyikapi kondisi bangsa saat ini.
“Semoga bangsa Indonesia, khususnya di Gowa dan Sulsel dijauhkan dari segala bentuk perpecahan, diberi kedamaian, kesejukan dan keberkahan dalam setiap langkah pembangunan yang bertujuan menjadikan Gowa lebih maju, sejahtera, aman, damai dan kondusif,” kata Husniah.
Bupati Gowa ini mengajak seluruh masyarakat Gowa untuk tetap tenang dalam menyikapi setiap kondisi dengan hati tenang.
“Kita adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipecah, bahu-membahu dalam menjalankan visi dan misi pemerintah. Jika ada isu yang lebih besar mohon untuk tidak terprovokasi, kita buat pagar agar orang lain tidak menganggu kebersamaan dan kekompakan kita di Gowa ini,” tanda Husniah.
Sebelumnya juga yakni pada Sabtu (30/8) Bupati Gowa juga melakukan pertemuan dengan perwakilan mahasiswa dan pemuda Gowa di Kedai Almaidah, Sungguminasa.
Pertemuan ini digelar sebagai ruang dialog terbuka menyusul seruan aksi untuk memprotes pemerintah sebagai respon atas aksi yang terjadi di Jakarta dan beberapa kota lain di Indonesia.
“Pertemuan ini menjadi wadah mendengarkan aspirasi generasi muda sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga Gowa tetap damai dan aman,” kata Bupati Gowa. –

