GOWA, UJUNGJARI.COM — Program One Day One District kembali digelar Bupati Gowa pada Selasa (23/9). Kali ini program yang dirangkai pendistribusian simbolik bantuan PKH (program keluarga harapan( serta penyerahan KKS (kartu keluarga sejahtera) dilakukan di Kecamatan Bontolempangang bertempat di aula kantor Camat Bontolempangan pada pagi hari.
Di kecamatan ini digabungkan dengan penerima bantuan asal Kecamatan Bungaya. Total penerima bantuan di Bontolempangang sebanyak 54 KPM (keluarga penerima manfaat) meliputi 24 penerima KKS PKH dan 15 penerima paket sembako. Sementara untuk Kecamatan Bungaya sebanyak 15 KPM masing-masing 6 penerima KKS PKH dan 9 penerima paket sembako.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini saya turun berada di Kecamatan Bontolempangang untuk memastikan penyaluran program bantuan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kegiatan ini kita kemas dalam One Day One District dimana tujuannya adalah kami ingin mendengar langsung suara masyarakat,” kata Husniah Talenrang.
Dikatakan Husniah, program PKH sendiri mulai diimplementasikan di Kabupaten Gowa sejak 2013–2014, beriringan dengan ekspansi program secara nasional. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Gowa bekerja sama dengan Kementerian Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Gowa, perbankan (BNI sebagai bank penyalur) serta para pendamping PKH.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Gowa, tingkat kemiskinan di Kabupaten Gowa di periode 2024 menurun menjadi 6,85 persen dari sebelumnya 7,42 persen.
Pada periode Juni–Juli 2025, bantuan pangan berupa beras juga telah disalurkan kepada 47.184 keluarga, dengan masing-masing keluarga menerima 20 Kg beras.
“Semua ini adalah bukti bahwa program-program kesejahteraan yang kita jalankan telah berjalan dengan baik di lapangan,” tambah Husniah.
Dalam program ini kata Bupati Gowa, Pemkab Gowa tidak hanya mengandalkan bantuan tunai semata, tapi juga menguatkan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan mendorong graduasi bagi penerima manfaat.
“Menanggulangi kemiskinan tidak cukup hanya dengan bantuan tunai. Pemkab Gowa menerapkan tiga strategi utama, yaitu mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin melalui bantuan pangan, pendidikan, dan kesehatan,” tambahnya.
Dikatakan Husniah, meski angka kemiskinan telah menunjukkan penurunan, dirinya menekankan bahwa tantangan kesejahteraan masih menjadi fokus pemerintah melalui kerja bersama dan peran seluruh pihak yang ada.
“Seluruh penerima manfaat harus memanfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya. Apalagi pihak BNI sudah melakukan sosialisasi secara langsung cara penggunaan kartu PKH. Manfaatkan aebaik mungkin, karena tidak semua orang di Kabupaten Gowa dapat kartu PKH atau menjadi penerima PKH dan sembako, hanya beberapa orang saja yang mendapatkan. Sudah banyak kejadian penerima manfaat kartunya diblokir oleh pihak bank karena banyak dari penerima yang menggadaikan kartunya kepada orang lain, serta ada juga terindikasi kartunya digunakan untuk judi online. Makanya saya berpesan manfaatkan bantuan tersebut dengn baik,” tandas Bupati Gowa.
Rahmawati salah satu KPM asal Desa Rannaloe, Kecamatan Bungaya mengaku sangat bersyukur mendapatkan bantuan PKH. Menurutnya, bantuan PKH ini adalah yang kali ketiga yang didapatkannya.
“Saya sekeluarga sangat bersyukur dengan adanya PKH ini karena sangat membantu biaya sekolah dan kebutuhan dalam rumah tangga saya,” kata Rahmawati. –

