GOWA, UJUNGJARI.COM — Bupati Gowa Husniah Talenrang sangat terharu begitu tiba di kampung Patuku, Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa.

Kunjungan pada Sabtu (26/9) kemarin di SD Inpres Patuku ini dilakukan Bupati Gowa bukan tanpa alasan. Tapi Bupati Gowa langsung bergerak begitu dapat info adanya sekolah di kampung terpencil yang jauh dafi perhatian pemerintah. Di kampung di lereng pegunungan itu, ada sebuah sekolah dasar yang muridnya tidak cukup 50-an satu sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Gowa pun mengaku baru menginjakkan kaki di kampung itu selama hampir delapan bulan kepemimpinannya di Gowa. Bahkan Bupati Husniah juga sempat selidik kepada semua kepala dinas yang mendampingi kunjungannya. Ternyata rerata baru berkunjung ke kampung tersebut.

Menurut Kepala SDI Patuku St Chadijah, sekolahnya ini berdiri sejak 2003 silam. Dari waktu ke waktu fisik bangunan sekolahnya mengalami kerusakan akibat kondisi alam. Toiletnya tidak berfungsi. Bahkan ada satu ruang kelas yang kini jadi ruang guru dan kepala sekolah hanya berlantai tanah sebab lantai ubinnya sudah rusak.

“Karena Patuku ini adalah sekolah terpencil pertama yang saya kunjungi dan kondisinya sangat layak dibantu dimana muridnya hanya 31 orang saja maka akan kita berikan seragam sekolah untuk seluruh muridnya. Selain itu bangunan sekolahnya akan direnov melalui anggaran DAU, ” kata Husniah.

Berdialog dengan guru, kepala sekolah hingga para murid, Bupati Husniah mengaku sangat terharu.

“Saya merasa senang sekali datang ke SDI Patuku semoga ini awal peningkatan pembangunan di wilayah terisolir ini. Sekolah ini dirikan tahun 2003. Artinya sudah 22 tahun sekolah ini bertahan dengan jumlah murid yang minim. Insya allah kita prioritas renov, berikan seragam sekolah full dan jadi target prioritas MBG (makanan bergizi gratis), ” kata Husniah seperti diungkapkan pada unggahan di akun Instagram pribadinya @husniahtalenrang.

Husniah banyak berdialog secara langsung dengan para murid. Bupati bahkan terharu dengan seorang murid yang harus menempuh jarak 6 Km untuk sampai di sekolahnya di SDI Patuku dengan jalan kaki.

Sementara itu Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tinggimoncong Mustakim AR yang dimintai tanggapannya, Rabu (1/10) mengatakan spesialnya SD Inpres Patuku mendapatkan seragam sekolah untuk keseluruhan muridnya karena pertama karena jumlah murid SD Inpres Patuku hanya 31 orang (kelas 1 hingga kelas 6). Kedua karena dari segi ekonomi dan kesejahteraan, masyarakat Patuku tingkat perekonomiannya minim dan sangat miskin. Ketiga, jarak yang sangat sulit dijangkau karena akses jalan yang tidak pernah tersentuh perbaikan jalan.

“Jalan menuju kampung ini rusak berat, sehingga medan yang ditempuh pun sangat berat. Kalau musim hujan apalagi jika hujan ekstrim masyarakat Patuku terpaksa hanya tinggal di rumah, itu artinya mereka hampir tak punya penghasilan sama sekali. Karena jika musim hujan ekstrem, mereka tak bisa bertani atau berkebun, tak bisa membuat gula merah, karena gula merah di buat di hutan, ” kata Mustakim menggambarkan situasi kampung Patuku tersebut.

Jarak kota Malino ke kampung Patuku ini sekira 25 Kilometer. Jauh. Butuh waktu ekstra untuk bisa sampai di kampung itu di saat musim kemarau. Kalau musim hujan maka waktu perjalanan lebih lama karena terhalang kondisi jalan.

Atasnama para guru dan kepala sekolah se Tinggimoncong, Mustamin AR menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Pemkab Gowa terlebih kepada Bupati Gowa yang langsung menginstruksikan prioritas perbaikan gedung sekolah SDI Patuku dan pemberian seragam sekolah kepada 31 murid SDI Patuku dan perhatian akan memperbaiki infrastruktur jalan ke kampung Patuku.

“Jumlah murid di SDI Patuku untuk keseluruhan hanya 31 orang dari kelas 1-6. Jika dibanding sekolah-sekolah kota yang jumlah muridnya bisa mencapai 60 orang (untuk kelas 1 saja) jika dua rombel (rombongan belajar). Kami sangat bersukacita atas perhatian Pemerintah Kabupaten Gowa terkhusus Ibu Bupati Gowa dan Wakil Bupati Gowa memberikan seragam sekolah untuk semua murid di SDI Patuku ini, Alhamdulillah,” kata Ketua K3S Tinggimoncong.

Bupati Gowa Husniah Talenrang mengunjungi kampung Patuku disertai Kadis Pendidikan Taufik Mursad, Kadis PUPR Muh Rusdi, Kadis Sosial Firdaus, Camat Tinggimoncong Andi Aso M Ambarala serta Tripika Tinggimoncong. –