MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Dinas Sosial Kota Makassar mengintensifkan patroli di jalan untuk menekan aksi anak jalanan, gelandangan, dan pengemis (anjal gepeng).

Dalam sepekan, Dinsos bersama Satpol PP dan Tim Reaksi Cepat (TRC) melakukan patroli paling kurang tiga kali. Saat melakukan patroli Minggu (2/10) di kawasan Jalan Pengayoman-Boulevard, Dinsos dan tim berhasil mengamankan empat anjal yang berpakaian badut. Empat badut itu selanjutnya dibawa Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) di Kelurahan Barombong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Sosial, Andi Bukti Djufri menjelaskan, pihaknya sengaja turun secara intensif ke jalan untuk meminimalisir ruang gerak mereka untuk beraksi di jalan.

“Bisa kita lihat saat ini, anjal gepeng sudah sangat kurang dilihat di jalan. Seperti manusia silver, hampir tidak bisa ditemukan lagi beredar di jalan. Kalaupun ada, mereka beraksi malam hari. Masih ada tapi mungkin cokko-cokko. Infonya sekarang jam 12 malam,” kata Andi Bukti, Senin (3/10).

Mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar itu melanjutkan selain anjal dan gepeng, melalui Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Kota Makassar, dibawah kendali Kepala Bidang Suhur dg Ranca, Dinsos juga intens melakukan penjangkauan terhadap pekerja seks komersil (PSK).

Selama ini, seluruh anjal gepeng, termasuk PSK dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang terjangkau dibawa ke Liponsos. Saat ini, terdata ada empat ODGJ, lima anjal, dan dua orang terlantar sementara pembinaan di Liponsos. (rhm)