MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Pasar Grosir Daya Makassar (Pagodam) kini berubah wajah. Bangunan yang awalnya dirancang sebagai pasar tradisional modern itu, kini beralih fungsi menjadi kawasan ekspedisi.

Perubahan ini memicu protes keras dari warga dan para pedagang yang selama ini menggantungkan hidup di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pagodam yang dulu menjadi pusat aktivitas jual beli grosiran bahan kebutuhan pokok, kini sebagian besar ruangannya digunakan untuk aktivitas bongkar muat dan pergudangan ekspedisi. Akibatnya, para pedagang kehilangan tempat berjualan, sementara arus lalu lintas di sekitar kawasan Daya menjadi padat akibat keluar masuk truk ekspedisi.

“Dulu ramai pembeli, sekarang sepi. Banyak kios tutup karena dialihfungsikan. Kami minta dikembalikan seperti semula, sesuai peruntukan awal sebagai pasar rakyat,” ujar salah satu pedagang, Rani, Sabtu (25/10/2025).

Sebelum berubah fungsi, bagian dalam Pagodam dikenal sebagai pusat aktivitas perdagangan rakyat. Ratusan lapak penjual ikan, sayur, dan sembako memenuhi area dalam gedung pasar grosir itu. Namun kini, seluruh pedagang tersebut telah diusir dan dipindahkan ke pasar sementara yang dinilai kumuh dan tidak layak, terletak di sekitar area luar Pagodam.

“Tempat baru yang diberikan tidak memadai. Sempit, becek, dan jauh dari pembeli. Kami rugi besar,” keluh Halimah, pedagang sayur yang sudah berjualan di Pagodam sejak awal dibuka.

Aktivis pasar modern Makassar, Irwan Latupono, menilai perubahan fungsi ini menyalahi perencanaan awal Pagodam. “Pagodam dibangun dengan konsep pasar tradisional modern untuk menampung pedagang kecil dan grosiran. Jika berubah jadi kawasan ekspedisi, jelas itu melenceng dari tujuan awal pembangunan,” ujarnya.

Hingga kini, pihak pengelola Pagodam belum memberikan penjelasan resmi terkait pengalihan fungsi tersebut. Pedagang mendesak Pemerintah Kota Makassar turun tangan menertibkan dan meninjau ulang izin pemanfaatan kawasan Pagodam agar dikembalikan pada fungsi semula sebagai pusat grosir rakyat. (drw)