GOWA, UJUNGJARI.COM — Lokakarya Literasi Digital (LLD) 2025 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusarsip) Kabupaten Gowa ternyata digandrungi para peserta saat berlangsung pada 28 Oktober 2025 lalu.
Terbukti LLD yang digelar sehari di aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Gowa di Jl Mesjid Raya, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu ini diharapkan peserta berkelanjutan atau dilaksanakan kembali oleh Disperpusarsip.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti dikatakan Nurbaya salah seorang pegiat literasi dari TBM (Taman Baca Masyarakat) Rumah Baca Caradde’ Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.
Dikatakan Nurbaya, kegiatan LLD yang diikutinya cukup memberi inspirasi bagi dirinya untuk terus menggiatkan upayanya mengembangkan literasi digital di TBM Rumah Baca Caradde’ yang dikelolanya selama ini.
Menurutnya, ilmu yang diperolehnya pada LLD kemarin membuat wawasannya bertambah. Karena itu, Nurbaya berharap, kegiatan ini terus berkelanjutan.
Hal senada dikatakan Fauziah Emirah Rusman. Siswi SMAN 22 Gowa ini mengaku banyak mendapatkan ilmu soal keliterasian khususnya yng terkoneksi digital.
Menurutnya digitalisasi saat ini bukan lagi menjadi tren di era kekinian tapi menjadi satu kebutuhan bagi masyarakat khususnya kalangan milenial atau gen Z.
“Kami para pelajar tentu sangat membutuhkan ilmu digital sebab dari hari ke hari digitalisasi sudah menjadi kebutuhan vital. Jangan kan ujian sekolah pakai digitalisasi, untuk keseharian saja semua serba digitalisasi, semisal ke warung makan atau belanja buku dan keperluan sekolah di minimarket atau swalayan semua harus pembayaran pakai digital seperti qris dan lainnya. Makanya ilmu ini sangat perlu dan penting untuk menunjang aktivitas kami sebagai pelajar. Ini penting untuk kelanjutan pendidikan kami selanjutnya, ” kata Fauziah.
Aura Adelia juga berpendapat sama. Pelajar satu ini juga mengaku keikutsertaannya dalam LLD ini menambah wawasannya tentang literasi digital.
“Semoga kegiatan ini menjadi kegiatan rutin dilakukan Dinas Perpusarsip Kabupaten Gowa. Ini sangat manfaat bagi kami sebagai generasi yang tentu membutuhkan wawasan literasi yang lebih banyak khususnya untuk segala aspek di lingkup kehidupan kami baik di sekolah maupun di luar sekolah, ” tambah Aura.
Berbagai tanggapan peserta diakui Kabid Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Disperpusarsip sebagai masukan yang luar biasa.
“Kami tahu animo para peserta mengikuti LLD ini cukup besar dan dari pengamatan kami selama kegiatan, para peserta cukup interaktif dan antusias bertanya kepada dua pemateri handal tentang literasi digital budaya lokal dan budaya AI kekinian yakni Pak Achmad Ilham dan Pak Badrullah. Keduanya dari Widyaiswara BPSDM Provinsi Sulsel. Segala masukan dari para peserta akan kami jadikan referensi untuk kegiatan kami ke depan khususnya pengembangan literasi digital bagi masyarakat Kabupaten Gowa untuk menunjang program Gowa Caradde’ atau Gowa Cerdas yang telah menjadi program andalan Ibu Bupati Gowa dan bapak Wakil Bupati Gowa, ” jelas Aswar Said, usai penutupan LLD 2025, Selasa (28/10) kemarin. –

