MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Warga Bontoa, Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengambil tindakan atas kemacetan yang hampir setiap hari terjadi di Jalan Arteri Tol Ir Sutami, tepatnya di sekitar terowongan Bontoa.

Kemacetan parah kerap terjadi pada jam sibuk, pagi dan sore hari. Antrian kendaraan disebut mengular dari terowongan Bontoa hingga pintu gerbang FKS Land Tallasa City. Kondisi ini sudah berlangsung lama dan semakin dikeluhkan warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap hari macet sekali, mulai dari terowongan sampai pintu utama FKS Land Tallasa City,” ujar Said Yusuf, warga Parangloe.

Warga menilai kondisi ruas jalan sudah tidak memadai. Jalan arteri yang sempit, ditambah tingginya volume kendaraan, membuat titik tersebut menjadi kawasan rawan macet. Selain itu, banyaknya truk dan tronton yang melintas turut memperparah situasi.

Tidak hanya itu, pelanggaran lalu lintas oleh pengendara roda dua yang kerap melawan arus dari arah Bontoa menuju Tallasa City menambah semrawutnya kondisi lalu lintas.

Said menambahkan, kemacetan semakin parah ketika terjadi hujan. Genangan air di depan terowongan membuat arus kendaraan tersendat hingga mencapai 5 kilometer.

Warga berharap pemerintah, termasuk pengelola Jalan Tol Ir Sutami, segera mencarikan solusi permanen. “Jalan arteri Tol Sutami mestinya diperlebar atau ada solusi lain supaya kemacetan bisa berkurang,” tegas Said.

Hingga kini, warga masih menunggu respons dan langkah konkret dari pemerintah Kota Makassar maupun pihak pengelola jalan tol.  (**)