MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Dorongan agar Pemerintah Kota Makassar menempatkan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan polisi lalu lintas (Polantas) di Terowongan Bontoa, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, semakin menguat.

Terowongan yang menjadi jalur vital penghubung kawasan Tamalanrea dan Biringkanaya itu dinilai membutuhkan pengawasan ketat karena kerap terjadi kemacetan dan pelanggaran lalu lintas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, warga mengeluhkan macet parah yang hampir setiap hari terjadi di Jalan Arteri Tol Ir. Sutami, khususnya di sekitar Terowongan Bontoa. Pada jam sibuk pagi dan sore, antrean kendaraan memanjang hingga ratusan meter. Banyak pengendara mengaku terpaksa memulai aktivitas lebih awal untuk menghindari kemacetan tersebut.

Sejumlah pengguna jalan menyebut kondisi di dalam terowongan sering semrawut. Pengendara kerap melawan arus, berhenti mendadak, hingga mengambil jalur secara sembarangan sehingga menambah risiko kecelakaan.

Pengamat transportasi menilai, Burhanuddin, keberadaan petugas di titik tersebut sudah sangat mendesak. “Terowongan Bontoa adalah titik kendali arus utama. Tanpa petugas, pelanggaran akan terus terjadi dan kemacetan semakin sulit diurai. Dishub dan Polantas harus hadir minimal pada jam padat,” ujarnya.

Selain pengawasan, warga meminta adanya rekayasa lalu lintas serta penambahan rambu dan marka yang lebih jelas. Mereka berharap pemerintah bergerak cepat agar jalur tersebut bisa lebih aman, lancar, dan tertib.

Hingga kini, pihak Dishub maupun Satlantas Polrestabes Makassar belum memberikan keterangan resmi terkait permintaan penempatan petugas tersebut. Warga berharap solusi segera diambil sebelum kondisi kemacetan semakin membesar.  (drw)